KOTAMOBAGU – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polres Kotamobagu menggagalkan aksi tawuran di SMK Kristen Kotamobagu, Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis 20 Agustus 2026.
Empat remaja diamankan setelah polisi menerima laporan dari pihak sekolah.
Informasi mengenai dugaan tawuran tersebut disampaikan seorang guru kepada kepolisian.
Menindaklanjuti laporan itu, personel URC langsung bergerak menuju lokasi untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Gerak cepat personel di lokasi berujung pada diamankannya empat remaja.
Tiga di antaranya masih berstatus pelajar, sedangkan satu lainnya merupakan warga sekitar.
Keempat remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Kotamobagu untuk menjalani pendataan dan pembinaan melalui Unit Sat Binmas.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Waafi, S.Tr.K., M.H., membenarkan adanya pengamanan tersebut.
“Ya benar, Tim URC ke TKP atas laporan guru, kemudian anggota berhasil mengamankan empat remaja. Tiga masih sekolah dan satu lagi warga setempat,” ujar Ahmad Waafi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah situasi berkembang dan mengganggu keamanan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Setelah diamankan, keempat remaja menjalani pendataan dan pembinaan. Karena seluruhnya masih di bawah umur, mereka kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
“Mereka dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan. Karena empat anak tersebut masih di bawah umur, sehingga dikembalikan kepada orang tua,” kata Ahmad Waafi.
Para remaja tersebut juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Ahmad Waafi mengatakan kepolisian terus membangun sinergi dengan pihak sekolah untuk mengawasi aktivitas pelajar, khususnya pada waktu dan situasi yang dinilai rawan menimbulkan gangguan kamtibmas.
Ia mengajak pihak sekolah, guru, orang tua, serta para pelajar untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Jika ada indikasi atau informasi terkait rencana tawuran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” tegasnya.
Kepolisian juga terus melakukan patroli sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan kondusif sehingga kegiatan belajar mengajar di wilayah Kotamobagu dapat berlangsung dengan baik.












