Berita Sulut

Gubernur Yulius Turun Tangan Bantu Korban Banjir Bandang di Siau

Sulutplus.News - 

×

Gubernur Yulius Turun Tangan Bantu Korban Banjir Bandang di Siau

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE memerintah Pemerintah Provinsi Sulut menyalurkan bantuan darurat dan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE memerintah Pemerintah Provinsi Sulut menyalurkan bantuan darurat dan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan.

Sitaro – Banjir bandang melanda Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin, 5 Januari 2026. Peristiwa ini menelan korban jiwa dan memaksa pemerintah bergerak cepat memberikan bantuan darurat.

Respons Pemerintah

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, langsung memerintahkan jajaran Pemprov menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulut, kami sangat prihatin. Pemprov akan hadir sepenuhnya untuk membantu masyarakat Siau,” ujarnya.

Baca Juga:  PSEL Sulut Ditargetkan Beroperasi 2027

Koordinasi intensif dilakukan bersama Pemkab Sitaro, TNI, Polri, dan instansi terkait. Bantuan yang disiapkan meliputi alat berat, kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta bahan makanan.

Kondisi Bencana

Hujan deras selama lima jam tanpa henti memicu luapan air bercampur material batu, tanah, dan kayu. Aliran deras menerjang permukiman di Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Data sementara BPBD Sitaro mencatat 11 orang meninggal dunia, 4 hilang, dan 18 luka-luka. Dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke RS di Manado. Pemerintah Kabupaten menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Baca Juga:  Bangga Putra Boltim Bertugas di Istana, Oskar Manoppo Berangkatkan Keluarga Firji Beeg ke Jakarta 

Dampak dan Kesaksian Warga

Seorang warga Paniki, Maria Langi (45), menuturkan, “Air datang tiba-tiba, membawa batu besar. Kami hanya sempat lari menyelamatkan diri.”

Banjir bandang di Siau bukan kali pertama terjadi. Catatan BMKG menunjukkan intensitas hujan ekstrem di wilayah kepulauan meningkat dalam lima tahun terakhir akibat perubahan iklim.

Baca Juga:  Dzikir Akbar dan Maulid Nabi di Boltim 2025: Momentum Spiritual dan Persatuan Umat

Kondisi geografis Sitaro yang berbukit dan dekat laut membuat risiko longsor dan banjir lebih tinggi.

Mitigasi Nasional

Sulawesi Utara memiliki 15 daerah rawan banjir dan longsor. Sitaro termasuk kawasan prioritas mitigasi karena curah hujan tinggi dan topografi curam.

Pemerintah pusat melalui BNPB telah menyiapkan dana siap pakai untuk mendukung penanganan darurat di Siau.