Berita Teknologi

Bantu Otopsi: AI Kini Bisa Perkirakan Waktu Kematian Lewat Sampel Darah

×

Bantu Otopsi: AI Kini Bisa Perkirakan Waktu Kematian Lewat Sampel Darah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi forensik modern: seorang peneliti memegang tabung sampel darah dengan latar belakang layar komputer menampilkan grafik AI. Warna dominan biru-putih dengan aksen merah pada sampel darah, menggambarkan perpaduan teknologi dan investigasi kriminal.
Ilustrasi forensik modern: seorang peneliti memegang tabung sampel darah dengan latar belakang layar komputer menampilkan grafik AI. Warna dominan biru-putih dengan aksen merah pada sampel darah, menggambarkan perpaduan teknologi dan investigasi kriminal. Sumber: Sulutplus.news

Peneliti di Linköping University, Swedia, berhasil mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu memperkirakan waktu kematian seseorang hanya melalui satu sampel darah.

Temuan ini dipublikasikan pada Februari 2026 di jurnal Nature Communications dan diproyeksikan akan mempercepat proses investigasi kriminal serta otopsi medis.

Studi yang dipimpin oleh Rasmus Magnusson menunjukkan bahwa perubahan metabolit dalam darah setelah kematian dapat dibaca oleh AI untuk menentukan interval post-mortem dengan akurasi tinggi.

Baca Juga:  Jadwal dan Klasemen MPL S16 Week 5: ONIC Tak Terbendung, Geek Fam Terpuruk

“Death is a strong biological signal. Kami menemukan bahwa metabolit dalam darah memberikan prediksi yang sangat kuat terhadap waktu kematian,” ujar Magnusson.

Elin Nyman, peneliti biologi sistem di universitas yang sama, menambahkan bahwa sinyal metabolit tetap konsisten meski banyak faktor eksternal memengaruhi pembusukan tubuh.

Keunggulan metode ini adalah kemampuannya bekerja lintas laboratorium tanpa perlu pelatihan ulang pada model AI, sehingga relevan bagi negara dengan keterbatasan basis data forensik.

Baca Juga:  Xiaomi 15T dan 15T Pro Siap Rilis Global 24 September, Indonesia Masuk Radar Pasar

Teknologi ini berpotensi besar membantu laboratorium di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara, yang sering menghadapi keterbatasan alat dan waktu tunggu hasil laboratorium.

Metode tradisional seperti pengukuran suhu tubuh atau rigor mortis sering kurang akurat bila jenazah ditemukan setelah beberapa hari.

Baca Juga:  Dampak Etis AI dalam Dunia Seni: Ketika Teknologi Punya 'Jiwa', Apa yang Tersisa untuk Kita?

Dengan AI, proses identifikasi waktu kematian bisa lebih cepat dan presisi, sehingga mempercepat penanganan kasus kriminal.

Meski hasilnya mendekati sempurna, penelitian ini masih berlanjut untuk memastikan apakah metode AI akan menjadi standar praktik otopsi di masa depan.