MANADO, SulutPlus.news – Pakaian adat Mongondow yang dikenakan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus pada peringatan HUT ke 61 Sulawesi Utara (Sulut), kemarin mencuri perhatian publik.
Warga BMR pun ramai-ramai menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulut atas penghormatan terhadap adat serta menjadi identitas dan jati diri masyarakat Mongondow.
Kendati begitu, berbagai ragam spekulasi juga bermunculan. Rumor pun mengarah bakal ada kejutan. Informasi berkembang Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay memberikan sinyal untuk kocok pejabat. Hal inipun membuat pejabat Pemprov Sulut mulai deg-degan.
Apalagi saat ini masih asa sekira 14 jabatan yang diisi penjabat pelaksana. Baik pejabat Pelaksana tugas (Plt) maupun Pelaksana harian (Plh). Kemudian masih ada masih ada satu ‘nongkrong’ di Jabatan Staf Ahli.
14 Jabatan eselon dua yang disi Plt maupun Plh seperti asisten 2, Dinas Pangan, DLH, Diskominfo, Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan, Perkebunan, Kesehatan, BPKP-SDM, BKD, Bapelitbada, Sekretaris Dewan, karo Kesra, karo Hukum, karo Umum da karo Adpim.
Untuk mewujudkan visi misi yang akan membawa Tanah Bumi Nyiur Melambai, semakin luar biasa kedepannya. Tentu harus ditopangi dengan SDM unggul. Apalagi pasangan YSK-Victory mempunyai visi menuju Sulut yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan di gerbang Pasifik.
Kemudian pasangan ini memiliki delapan misi seperti meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan layanan bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Juga ada misi membangun perekonomian daerah yang kuat, berkeadilan sosial, dan berkelanjutan melalui pengembangan agribisnis, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis green, blue, and digital.
Misi memperkuat daya saing daerah melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Juga ada misi mewujudkan ketahanan pangan, energi, dan air yang merata dan berkelanjutan. Kemudian menciptakan tata kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan nyaman dengan tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Misi mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).
Misi ketujuh dari pasangan YSK-Victory adalah memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba serta misi terakhir membangun sistem pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
YSK-Victory juga memiliki 17 program yang digagas bersama seperti penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun dan Introduksi Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) juga penguatan pelayanan kesehatan dasar untuk semua dan jaring pengaman sosial serta ada 15 program
Untuk mencapai kesuksesan program tersebut, YSK-Victory harus mendapatkan dukungan dan kerja maksimal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulut.
“Pejabat eselon II di Pemprov Sulut perlu mendapatkan penyegaran agar muncul semangat baru dalam menjalankan tugasnya. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, saya melihat inovasi dari para pejabat eselon II sudah mulai berkurang. Ini berdampak pada pelayanan publik yang stagnan dan kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap pengamat Pemerintahan Sulut Prof Sampe.
Oleh karena itu, menurutnya dalam kepemimpinan YSK-Victory, harus ada langkah tegas dalam melakukan rotasi dan evaluasi kinerja pejabat, baik di level eselon II maupun eselon III.
Pun, informasi yang di dapat di lantai VI kantor Pemprov Sulut, bahwa esok Kamis 25 September 2024 akan digelar Job Fit atau kesesuaian kerja.
Tujuannya adalah menempatkan seseorang di posisi yang tepat sehingga mereka akan lebih produktif, puas, dan bertahan lama dalam pekerjaan tersebut, bukan untuk menghukum atau melakukan demosi.
Proses ini juga sering digunakan dalam konteks Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mutasi dan rotasi jabatan berdasarkan kompetensi. Nantinya, setiap pejabat harus menyiapkan materi berupa makalah untuk di presetasikan kepada panitia seleksi.













