MANADO – Aroma persaingan sengit mulai terasa di pentas Liga 4 PSSI Rayon Sulut.
Harapan awal untuk meloloskan dua wakil Sulut ke tingkat nasional buyar, setelah jumlah peserta yang semula ditargetkan 24 tim menyusut drastis menjadi hanya 12 tim.
“Karena 12 tim yang ambil bagian maka hanya satu tim yang lolos, beda kalau 24 tim, tentu bisa dua tim,” jelas Alen Mandey, Sekretariat Panitia Liga 4 Sulut sekaligus legenda Persma.
Dengan hanya satu tiket tersedia, rivalitas klasik antara Persma 1960 dan Persmin Minahasa dipastikan kembali memanas.
Kedua tim harus melewati rintangan di Round 2 (6 Besar) sebelum bertemu di laga penentuan.
Persmin sempat tertahan 2-2 oleh Persminsel, membuat duel kontra Persma 1960 menjadi laga hidup-mati.
Juara bertahan Klabat XIII Jaya Sakti, yang diback-up Kodam XIII/Merdeka, siap mempertahankan supremasi.
Sementara Bolsel FC, dengan dukungan penuh Bupati Iskandar Kamaru, menjadi ancaman serius.
Pendatang baru Puma FC dari Sangihe juga tampil mengejutkan. “Kami tidak memasang target berlebihan. Tapi bila sudah melangkah sejauh ini, tentu kami akan tampil habis-habisan,” tegas Ketua PSSI Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Persma mendapat sokongan langsung dari Gubernur Yulius Selvanus, sedangkan Persmin dibekali dukungan Pemkab Minahasa serta kehadiran Derill Joseph Pandey, pengawal pribadi Presiden Prabowo Subianto, sebagai presiden direktur tim.
Kehadiran figur-figur besar ini menambah tensi kompetisi, menjadikan Liga 4 Sulut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga panggung gengsi daerah.







