Berita Nasional

Erupsi Semeru: Penerbangan Aman, Warga Lumajang Mengungsi

Sulutplus.News - 

×

Erupsi Semeru: Penerbangan Aman, Warga Lumajang Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru kembali erupsi pada 19 November 2025, memuntahkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan sekitar. Meski aktivitas penerbangan tetap berjalan normal, ribuan warga di lereng gunung terpaksa mengungsi akibat ancaman awan panas dan aliran piroklastik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada 19 November 2025, memuntahkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan sekitar. Meski aktivitas penerbangan tetap berjalan normal, ribuan warga di lereng gunung terpaksa mengungsi akibat ancaman awan panas dan aliran piroklastik.

SulutPlus.news – Meski Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu, 19 November 2025, Kementerian Perhubungan memastikan delapan bandara utama di Jawa Timur dan sekitarnya tetap beroperasi normal.

Namun, ribuan warga Lumajang harus mengungsi akibat awan panas dan abu vulkanik yang melanda permukiman.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa bandara Abdul Rachman Saleh (Malang), Noto Hadinegoro (Jember), Juanda (Surabaya), Adi Soemarmo (Solo), Adi Sutjipto (Yogyakarta), Dhoho (Kediri), Banyuwangi, serta Yogyakarta International Airport tetap beroperasi tanpa pembatalan penerbangan.

Baca Juga:  Resmi! Perpres 12 Tahun 2025 Terbit: Gaji PNS dan PPPK Naik?, Ini Rinciannya

“Koordinasi intensif dilakukan bersama AirNav Indonesia dan otoritas bandara untuk menjamin keselamatan penumpang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 20 November 2025.

PVMBG menaikkan status Semeru ke Level IV (Awas) sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa erupsi berupa awan panas terjadi beruntun dengan amplitudo maksimum 37 mm.

Warga di radius 8 km dari kawah dan sepanjang Sungai Besuk Kobokan sejauh 20 km diminta segera mengungsi.

Baca Juga:  MK Tolak Gugatan Masa Kerja PPPK

Data ASHTAM No. VAWR6036 mencatat abu vulkanik bergerak ke arah barat daya pada 20 November 2025 pukul 06.10 WIB, berlaku hingga 21 November 2025 pukul 06.10 WIB.

Di Desa Supiturang, Lumajang, menunjukkan permukiman luluh lantak akibat aliran piroklastik.

Sejumlah warga mengaku panik saat evakuasi, namun bantuan cepat dari BPBD dan relawan membuat proses pengungsian lebih teratur.

“Kami hanya sempat membawa pakaian seadanya,” kata Siti, warga Supiturang yang ditemui di posko pengungsian.

Baca Juga:  3 Fakta Dibalik Laporan Jokowi Atas Tudingan Ijazah Palsu di Polda Metro Jaya

Pemerintah daerah menyiapkan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik bagi pengungsi.

Meski penerbangan aman, erupsi Semeru berdampak besar pada aktivitas ekonomi daerah. Jalur distribusi hasil pertanian Lumajang terganggu karena akses jalan tertutup abu vulkanik.

Pengamat kebencanaan Universitas Brawijaya, Dr. Rendra Prasetyo, menilai koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar bencana tidak melumpuhkan mobilitas warga maupun transportasi udara.

“Jika distribusi logistik terhambat, dampaknya bisa lebih panjang dibanding gangguan penerbangan,” ujarnya.***