Kesehatan

Waspada Hantavirus: Ancaman Tikus yang Bisa Fatal

×

Waspada Hantavirus: Ancaman Tikus yang Bisa Fatal

Sebarkan artikel ini
Virus Hanta
Virus Hanta

Sulutplus.news – Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit menular, masyarakat Indonesia kembali diingatkan akan bahaya Hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui tikus dan berpotensi menyebabkan kondisi fatal bila tidak segera ditangani.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus.

Penularan terjadi saat manusia menghirup partikel kotoran atau urine tikus yang mengering dan terkontaminasi di udara.

Selain itu, gigitan tikus atau kontak tangan dengan benda yang terpapar virus juga dapat menjadi jalur infeksi.

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala awal Hantavirus sering menyerupai flu biasa, sehingga banyak pasien terlambat mencari pertolongan medis.

Baca Juga:  Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak Saat Libur Lebaran

– Gejala awal (1–5 hari): demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan ekstrem.

– Gejala lanjut: sesak napas akut, batuk, hingga penumpukan cairan di paru-paru (Hantavirus Pulmonary Syndrome/HPS).

“Jika pasien mulai merasa sulit bernapas setelah ada riwayat kontak dengan area yang banyak tikusnya, segera ke IGD,” jelas dr. Andi Kurniawan, Sp.PD, dalam sesi edukasi kesehatan.

Baca Juga:  Super Flu H3N2 Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes Minta Waspada

Kementerian Kesehatan RI pada Juni 2025 melaporkan delapan kasus Hantavirus tipe HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) di empat provinsi: Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Seluruh pasien telah dinyatakan sembuh setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengendalian vektor.

Pernyataan ini disampaikan oleh Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes.

Di Sulawesi Utara, risiko meningkat saat musim hujan dan di kawasan padat penduduk dengan manajemen limbah buruk.

Tikus cenderung mencari tempat kering di rumah, gudang, atau dapur yang tidak tertutup rapat. Kondisi ini memperbesar peluang interaksi manusia dengan virus.

Baca Juga:  Kemenkes Temukan 8 Kasus Virus Hanta di Indonesia, Salah Satunya di Sulut

Masyarakat diimbau tidak hanya fokus pada demam berdarah, tetapi juga mewaspadai penyakit lain yang dibawa tikus.

Infografis Pencegahan Hantavirus
Infografis Pencegahan Hantavirus

Fatality rate HPS dilaporkan mencapai 38%, menjadikannya salah satu penyakit menular yang berbahaya.

Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan rumah dan pengendalian tikus menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan.