KOTAMOBAGU — Tim Resmob Satreskrim Polres Kotamobagu berhasil menemukan FA (14), pelajar putri asal Kelurahan Motoboi Kecil yang sempat dilaporkan hilang.
Korban ditemukan dalam keadaan selamat di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Kamis (14/5/2026).
Keberhasilan ini menjadi sorotan karena proses pencarian berlangsung cepat sejak laporan resmi diterima.
Polisi dinilai berhasil memanfaatkan golden hours untuk memitigasi risiko keamanan terhadap anak di bawah umur.
Kehilangan FA sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan keluarga dan warga Motoboi Kecil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob segera melakukan penelusuran rekam jejak digital dan menggali keterangan dari rekan-rekan korban.
Analisis informasi menunjukkan FA telah menyeberang keluar wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Polisi kemudian membangun koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian di bawah Polda Sulawesi Utara.
Melalui pengejaran sejauh hampir 180 kilometer, FA akhirnya ditemukan di salah satu pemukiman di Singkil, Manado.
Saat diamankan, korban dipastikan sehat tanpa tanda-tanda kekerasan fisik.
Polres Kotamobagu menegaskan penerapan SOP berbasis perlindungan anak dalam penanganan kasus ini.
Tidak ada kesan formalitas hukum yang kaku, melainkan pendekatan ramah anak dengan fokus pada trauma healing.
Sebelum dikembalikan ke orang tua, FA mendapatkan pendampingan psikologis awal dari personel terlatih agar mentalnya tetap stabil dan merasa aman.
Suasana haru menyelimuti Mapolres Kotamobagu saat keluarga akhirnya dipertemukan kembali dengan FA.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan gerak cepat aparat penegak hukum.
Kasus remaja yang meninggalkan rumah tanpa izin menjadi peringatan serius bagi pola pengasuhan di era digital.
Banyak kasus serupa dipicu oleh disinformasi, pengaruh pertemanan di media sosial, atau konflik internal keluarga.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.
Komunikasi yang dialogis serta pengawasan bijak terhadap penggunaan gawai menjadi kunci pencegahan.
Kerja sama solid antara masyarakat dan kepolisian terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan kasus secara cepat dan terukur.







