Berita KotamobaguBerita Bolmong Raya

Dituding Kelola PETI dan Dibackup Oknum TNI, RSB: Itu Tidak Benar

×

Dituding Kelola PETI dan Dibackup Oknum TNI, RSB: Itu Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
Revan Sahputra Bangsawan
Revan Sahputra Bangsawan

Kotamobagu, Sulutplus.news – Nama Revan Sahputra Bangsawan (RSB) akhir – akhir ini terus dikaitkan dengan aktivitas Pertambanhan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Terbaru, RSB kembali dituding melakukan aktivitas PETI dan dibackup oleh oknum TNI. “Itu tidak benar. Apa yang diberitakan di media itu sebagai bentuk fitnah,” tegas RSB.

Di BMR sendiri memang lagi marak penambangan liar, dan nama RSB selalu dikaitkan dengan aktivitas tersebut. “Saya tidak pernah terlibat aktivitas tambang ilegal seperti yang diberitakan. Hal tersebut tidak benar dan sangat merugikan nama baik saya,” tegasnya.

RSB menyayangkan sikap media yang langsung menyebut namanya tanpa proses konfirmasi atau klarifikasi. Ia menilai pemberitaan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak sesuai dengan etika jurnalistik.

Baca Juga:  Bentuk Nyata Polri untuk Masyarakat, Polres Kotamobagu Laksanakan Bakti Sosial di TPU Mogolaing

Pria yang dekat dengan para petani ini mengaku, justru siap untuk membantu para penambang dengan memfasilitasi untuk membentuk koperasi penambang agar masyarakat bisa bekerja secara sah dan profesional.

Salah satunya mendorong untuk mengusulkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) seperti program Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling. “Saya siap akan bantu agar aktivitas mereka memiliki legalitas,” ujar RSB.

Buyung Pontoh salah satu petani mengatakan, selama ini tidak pernah melihat keterlibatan RSB dalam aktivitas PETI. Ia mengaku, RSB justru banyak membantu kegiatan para petani. Salah satunya jalan perkebunan.

Baca Juga:  Inilah 12 Program Disepakati Lima Kada di BMR, Salah Satunya Pengembangan Universitas

“Pak Revan justru banyak membantu petani. Tapi kalau melakukan aktivitas pertambangan, itu tidak benar,” kata Buyung.

Senada juga dikatakan Robi Dayo warga Kotamobagu. Ia mengaku kaget nama RSB diberitakan, dan dituding terlibat PETI.

Menurut Robi, apa yang diberitakan itu sebagai bentuk fitnah. “Apa yang diberitakan itu fitnah,” kata Robi.

Ia menantang media yang bersangkutan untuk membuktikan tuduhannya langsung di lapangan.

“Silakan di cek ke lapangan, di mana lokasi yang di tuduhkan itu. Coba tunjukkan. Kalau memang benar beliau terlibat, tidak mungkin saya berani bicara seperti ini,” ucap Robi.

Baca Juga:  Berikut Nama Lima Korban Tewas di Lokasi PETI Boltim, Ada Warga Kotamobagu

Ia juga menyayangkan pemberitaan yang terus-menerus mengarah padanya seolah menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas aktivitas PETI di BMR. Menurutnya, tudingan itu seperti di buat-buat dan sengaja menyudutkan dirinya.

“Heran saya, kenapa tidak habis-habis media menyebut nama beliau. Padahal kalau mau jujur, justru RSB ini yang siap membantu para penambang tradisional untuk membentuk koperasi,” katanya.

Ia menilai pemberitaan tersebut sangat tendensius dan bisa menimbulkan fitnah yang meluas di tengah masyarakat, ujarnya. (*)