BOLTIM – Fenomena anggota polisi yang aktif melakukan siaran langsung (live) di media sosial kini menjadi perhatian serius Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., secara resmi mengeluarkan larangan keras bagi seluruh personel dan ASN Polri di jajarannya untuk melakukan aktivitas live selama jam dinas.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Instruksi tersebut merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan arahan Kapolri guna mencegah penyimpangan penggunaan media sosial yang dapat merusak citra Korps Bhayangkara di mata masyarakat.
AKBP Golfried menegaskan bahwa setiap anggota Polri terikat oleh kode etik dan aturan disiplin yang ketat.
Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak proporsional saat mengenakan seragam dinas dapat menciptakan persepsi negatif dan menurunkan wibawa institusi.
“Tugas kita adalah melayani, melindungi, dan mengayom masyarakat. Fokus anggota tidak boleh terbagi antara kewajiban di lapangan dengan aktivitas pribadi di ruang digital,” tegas AKBP Golfried, Kamis (30/4/2026).
Beliau juga menambahkan bahwa di tengah transparansi informasi saat ini, perilaku satu orang anggota di media sosial dapat berdampak luas terhadap kepercayaan publik secara nasional.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kasi Propam Polres Boltim, Ipda Oktavianus Tande, S.H., memastikan bahwa fungsi pengawasan akan ditingkatkan.
Tidak hanya pengawasan fisik, Propam juga akan melakukan pemantauan intensif di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.
“Kami dari fungsi Propam melakukan pengawasan melekat. Disiplin adalah harga mati. Jika ditemukan ada anggota yang melanggar, baik itu sengaja melakukan siaran langsung saat dinas maupun mengenakan pakaian dinas tanpa tujuan kedinasan, maka sanksi tegas sudah menanti,” ujar Ipda Oktavianus.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Polres Boltim untuk menghadirkan sosok polisi yang lebih berintegritas dan humanis.
Dengan meminimalisir distraksi digital, setiap personel diharapkan hadir secara penuh (total presence) saat bertugas di tengah masyarakat.
Polres Boltim berkomitmen bahwa profesionalisme bukan sekadar slogan, melainkan jati diri yang harus dibuktikan melalui perilaku nyata, baik di dunia nyata maupun di jagat maya.






