BOLSEL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perindag, PTSP, Bagian Ekonomi, serta perwakilan PT Emviro Indogas selaku penyalur.
Agenda rapat membahas persoalan kelangkaan gas LPG 3 kilogram dan perizinan pangkalan LPG. RDP berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) Gedung DPRD Bolsel, Rabu (4/2/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Bolsel, Ridwan Olii, didampingi Anggota DPRD Ruslan Paputungan serta Sekretaris Dewan (Sekwan) Suprin Mohulaingo.
Forum ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas distribusi LPG 3 kilogram yang kerap dikeluhkan warga.
Dalam rapat, Ruslan Paputungan menyoroti rendahnya kepatuhan pangkalan LPG terhadap persyaratan perizinan, khususnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Data kami menunjukkan terdapat sekitar 90 pangkalan LPG di Bolsel, namun yang telah terdaftar dan memiliki NIB baru 27 pangkalan. Ini menjadi perhatian serius. Karena itu, kami meminta Disperindagkop segera menyurati pangkalan yang belum terdaftar agar mengurus perizinannya,” tegas Ruslan.
Wakil Ketua DPRD Ridwan Olii menekankan pentingnya penyaluran LPG 3 kilogram yang tepat sasaran. Menurutnya, LPG bersubsidi harus benar-benar diterima masyarakat yang berhak, khususnya warga kurang mampu.
“Distribusi LPG 3 kilogram harus dikawal ketat. Jika diperlukan, pihak terkait harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan,” ujar Ridwan.
Ia juga menyoroti temuan tabung LPG tidak layak pakai, seperti kebocoran, yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Persoalan tabung bocor ini juga menjadi catatan penting. Pengawasan harus lebih teliti demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Ridwan menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab moral sebagai penyambung aspirasi rakyat.
Ia mengajak seluruh pihak terkait berkolaborasi memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan LPG agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga Bolsel.
“Kami melakukan ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Mari bersama-sama membenahi sistem distribusi dan pengawasan LPG,” pungkasnya. (day).








