Berita Boltim

Warga Panang: Rumah Baru, Makan dari Mana?


×

Warga Panang: Rumah Baru, Makan dari Mana?

Sebarkan artikel ini
Tokoh adat Panang Arsad Mokoagow menolak tawaran relokasi dari PT ASA.
Tokoh adat Panang Arsad Mokoagow menolak tawaran relokasi dari PT ASA. Foto: Istimewa

BOLTIM, Sulutplus.news – Tawaran rumah layak huni dan bantuan dari PT Arafura Surya Alam (ASA) belum membuat sebagian warga Dusun V atau Panang, Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tergoda.

Bagi warga yang memilih bertahan, persoalannya bukan sekadar memiliki rumah baru, melainkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup setelah meninggalkan wilayah tersebut.

Menurut tokoh adat Panang Arsad Mokoagow, tawaran tersebut belum menjawab kekhawatiran mengenai keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

“Kami tidak tertarik dengan iming-iming perusahaan. Kami akan mempertahankan wilayah adat yang saat ini dikelola secara tradisional oleh masyarakat adat Panang,” tegas Arsad, yang akrab disapa Aki Asa.

Baca Juga:  Sidak Mendadak, Bupati Oskar Manoppo Temukan Sejumlah Persoalan Krusial

Arsad mempertanyakan bagaimana warga dapat melanjutkan kehidupan setelah menempati rumah baru apabila akses terhadap wilayah yang selama ini menjadi tempat mencari penghasilan tidak lagi tersedia.

“Okelah kita dapat rumah, setelah itu kita makan apa? Sementara tempat yang selama ini kita manfaatkan untuk mencari nafkah akan dikuasai oleh perusahaan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran sebagian warga bahwa relokasi tidak cukup hanya menyediakan tempat tinggal.

Baca Juga:  PT Mangimbali Sejahtera Pastikan Pasokan Harian Gas Elpiji 3 Kilogram di Boltim Aman

Keberlanjutan penghidupan juga menjadi persoalan yang perlu dijelaskan dalam pelaksanaan program tersebut.

Arsad menegaskan, penolakan yang disampaikannya bukan semata-mata persoalan menerima atau menolak bantuan.

Ia ingin wilayah yang diyakini masyarakat sebagai tanah adat tetap dipertahankan.

“Saya akan bertahan di sini sampai kapan pun,” kata Arsad.

Di tengah penolakan sebagian warga, PT ASA telah melaksanakan relokasi terhadap 20 kepala keluarga (KK) dari Dusun V, Desa Kotabunan, ke kawasan perumahan Griya Prima di Desa Bulawan II.

Baca Juga:  Dewi Athena: Anak Boltim yang Membawa Indonesia ke Puncak Dunia

Relokasi itu berlangsung pada Rabu 28 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada perwakilan warga penerima.

Perusahaan juga memberikan bantuan modal usaha serta bantuan melalui program satu kepala keluarga, satu manfaat.

Pelaksanaan relokasi tersebut memperlihatkan bahwa sebagian warga telah mengikuti program perusahaan, sementara sebagian lainnya memilih bertahan.

34