MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Tim Penggerak PKK memperkuat sinergi untuk mencetak generasi unggul.
Komitmen ini ditegaskan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 yang berlangsung di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sabtu (13/6/2026).
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulut (Sekdaprov), Tahlis Gallang, menekankan pentingnya digitalisasi kader.
Menurutnya, ketahanan keluarga modern kini berhadapan langsung dengan tantangan teknologi.
“Kader PKK harus terus meningkatkan kapasitas diri dan adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Ini kunci agar program kerja di era digital berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Tahlis membacakan pesan Gubernur.
Gubernur Yulius juga mendorong skema kolaborasi kerjasama multipihak. PKK Sulut diminta aktif menggandeng dunia usaha dan akademisi untuk melahirkan inovasi program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Di tengah ancaman inflasi pangan global, Pemprov Sulut menempatkan pekarangan rumah sebagai basis pertahanan baru.
Kader PKK didorong menjadi pelopor ketahanan pangan mandiri melalui pemanfaatan lahan sisa dan optimalisasi UMKM berbasis keluarga.
Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus saat membacakan sambutan Ketua Umum TP-PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa perayaan ini merupakan titik balik penguatan komitmen nyata, bukan sekadar seremonial.
Secara khusus, Ny. Anik mengajak kader di 15 kabupaten/kota untuk fokus pada tiga isu krusial:
– Penurunan stunting melalui edukasi gizi seimbang.
– Penguatan ekonomi keluarga lewat pendampingan UMKM mikro.
– Ketahanan pangan lokal melalui gerakan menanam di pekarangan.
“Keluarga adalah fondasi paling awal dari pembangunan sebuah bangsa. Jika ketahanan keluarga rapuh, maka target besar Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai. Penguatan keluarga adalah kuncinya,” tegas Ny. Anik.
Penyandingan “10 Program Pokok PKK” dengan “Asta Cita” (delapan misi utama pembangunan nasional) menjadi sinyal kuat sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
Di Sulut, tantangan geografis sebagai provinsi kepulauan menuntut peran kader PKK hingga pelosok desa/kelurahan sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
Evaluasi pembangunan daerah menunjukkan penguatan ekonomi keluarga terbukti efektif menjaga stabilitas daya beli masyarakat pasca-pandemi dan di tengah transisi ekonomi digital.
Melalui langkah konkret ini, Pemprov dan TP-PKK Sulut optimistis mampu mencetak SDM solid, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan sosial demi kesejahteraan masyarakat.






