Berita Olahraga

Dukcapil Imbau Instansi Stop Fotokopi e-KTP, Pelanggaran UU Data Pribadi

×

Dukcapil Imbau Instansi Stop Fotokopi e-KTP, Pelanggaran UU Data Pribadi

Sebarkan artikel ini
Petugas Dukcapil menunjukkan e-KTP dengan chip elektronik.
Petugas Dukcapil menunjukkan e-KTP dengan chip elektronik.

JAKARTA – Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa praktik fotokopi e-KTP tidak lagi diperlukan.

Data kependudukan sudah tersimpan dalam chip elektronik sehingga bisa dibaca dengan alat khusus.Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa e-KTP telah dilengkapi chip berisi data lengkap penduduk.

Karena itu, penggandaan dokumen melalui fotokopi dianggap melanggar prinsip perlindungan data pribadi (PDP).

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Hidupkan Tradisi Pacuan Kuda Tompaso, Pariwisata Sulut Makin Bergairah

“KTP-el itu tidak lagi perlu difotokopi karena sebenarnya itu juga pelanggaran terhadap PDP. Untuk membaca data, sudah ada card reader khusus,” ujar Teguh, dikutip dari Detik.com.

Dukcapil mengimbau seluruh instansi pemerintah agar beralih ke sistem digital melalui pemadanan data antar lembaga.

Dengan begitu, pelayanan publik tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan system-to-system.

Teguh menambahkan, pemerintah kini membentuk Komite Tim Percepatan Transformasi Digital yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Bappenas, BSSN, Kemenkominfo, dan Kemendagri.

Baca Juga:  Resmi Jabat Plt Lurah Mongkonai, Indah Gobel: Saya Berikan Terbaik 

Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan e-KTP sekaligus memperkuat keamanan data penduduk.

Indonesia telah memiliki UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) Nomor 27 Tahun 2022.

Pasal 65 melarang penyebaran data pribadi masyarakat, sementara pasal 67 mengatur sanksi pidana hingga lima tahun penjara atau denda maksimal Rp5 miliar bagi pelanggar.

Baca Juga:  Indonesia Bertemu Thailand di 8 Besar, Berikut Jadwal Lengkap Piala Sudirman Cup 2025

Imbauan Dukcapil ini menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik.

Selain meningkatkan efisiensi, kebijakan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan data pribadi di era digital.