Berita Boltim

Jaga Lahan WPR, Kapolres Boltim Dapat Dukungan Ormas

×

Jaga Lahan WPR, Kapolres Boltim Dapat Dukungan Ormas

Sebarkan artikel ini
AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, sosok tegas di operasi antiteror yang kini memimpin Polres Boltim dengan pendekatan humanis dan komunikatif.
AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, sosok tegas di operasi antiteror yang kini memimpin Polres Boltim dengan pendekatan humanis dan komunikatif.

BOLTIM – Kepemimpinan Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Siahaan Pakpahan, mendapat dukungan luas di tengah dinamika penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Ormas Prabowo Subianto Center Sulawesi Utara menilai Kapolres berhasil menjaga stabilitas daerah dari kepentingan oknum pencari rente lahan.

Ketua Divisi Intelijen dan Investigasi Prabowo Subianto Center Sulut, Rahmat Abo Mokoginta, menegaskan pengalaman AKBP Golfried di Densus 88 Antiteror Polri menjadi fondasi kuat dalam mendeteksi potensi konflik sosial di wilayah tambang.

Baca Juga:  Bocah di Boltim Tewas Dimutilasi, Pelaku Dituntut Hukuman Mati

Rahmat menyoroti adanya upaya penggiringan opini negatif untuk mendiskreditkan Kapolres. Motif di balik isu tersebut diduga terkait perebutan lahan WPR yang telah ditetapkan pemerintah provinsi.

“Kapolres tegas menutup ruang bagi oknum yang ingin menyerobot lahan masyarakat. Ini bentuk perlindungan bagi warga kecil,” ujar Rahmat, Rabu (29/04/2026).

Kebijakan WPR yang diperjuangkan Gubernur Sulut Yulius Stevanus Komaling menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca Juga:  Rahman Salehe Soroti Syarat Kerja ASA, Minta Pemda Bertindak  

Namun, kebijakan ini juga rawan konflik agraria jika tidak dikawal aparat berintegritas.

AKBP Golfried dinilai mampu menyeimbangkan penegakan hukum dengan pendekatan humanis.

Ia rutin berdialog dengan tokoh agama, pemuda, dan penambang lokal untuk memastikan transisi legalitas tambang berjalan kondusif.

Secara geopolitik lokal, posisi Kapolres sangat strategis dalam keberhasilan implementasi WPR. Jika kepemimpinannya digoyang, celah bagi pemodal besar menguasai lahan rakyat akan terbuka.

Baca Juga:  Soal Tambang Tobongon, Ini Tiga Solusi Bupati Oskar Manoppo

Rahmat meminta Kapolri dan Kapolda Sulut melihat isu ini secara objektif dan tidak terpengaruh laporan sepihak.

“Isu ini dimainkan untuk menjatuhkan Kapolres agar kepentingan oknum tertentu berjalan mulus. Ini berbahaya bagi stabilitas daerah,” tegasnya.