Berita Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Ekraf Sulut di Depan Rahayu Saraswati

×

Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Ekraf Sulut di Depan Rahayu Saraswati

Sebarkan artikel ini
Gubernur Yulius Selvanus berdiri di samping Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saa kunjungan kerja reses di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026).
Gubernur Yulius Selvanus berdiri di samping Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saa kunjungan kerja reses di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026). Foto: Diskominfo Sulut.

LMANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, memaparkan capaian ekonomi kreatif Sulut yang melonjak 1.456% di hadapan Anggota Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat kunjungan kerja reses di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026).

Yulius menjelaskan bahwa ekonomi Sulut tumbuh 5,66%, melampaui rata-rata nasional. Paling mencolok, nilai tambah ekraf diproyeksikan naik dari Rp 20,5 Miliar menjadi Rp 304,6 Miliar pada 2025.

“Ekraf kini bukan sekadar pendukung pariwisata, melainkan motor pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual,” tegas Yulius.

Baca Juga:  Kasus PD Pasar Manado: 135 Saksi Dimintai Keterangan, Polda Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Tahun 2025, wisatawan mancanegara mencapai 61.495 orang, mayoritas dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura.

Wisatawan nusantara menembus 14,35 juta perjalanan. Pertumbuhan ini ditopang oleh 408.505 UMKM, dengan dukungan pemerintah berupa bantuan alat untuk 960 usaha serta fasilitasi 17.000 Nomor Induk Berusaha (NIB).

Baca Juga:  Warga Biga Kehilangan Rumah, Gubernur Yulius Selvanus Hadir Bawa Uluran Tangan

Meski capaian makro positif, Sulut masih menghadapi hambatan sebagai “Pintu Gerbang Asia Pasifik”.

Yulius menekankan kebutuhan rute penerbangan internasional langsung ke Manado, pengelolaan sampah dan air bersih di destinasi premium, serta internet stabil di lokasi wisata terpencil untuk mendukung UMKM digital.

Baca Juga:  Andhika Baramuli Dilantik Pimpin PERBATI Sulut, Targetkan Kebangkitan Tinju Lokal

Pemprov Sulut meminta DPR RI menetapkan daerah ini sebagai kawasan prioritas industri berbasis kelautan dan agroindustri. Langkah ini diharapkan menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing global.

“Kami berharap Komisi VII mengawal usulan ini demi memperkuat posisi Sulut di pasar internasional,” pungkas Yulius.