Berita Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Dorong Akselerasi Layanan Kanker di Sulawesi Utara

×

Gubernur Yulius Selvanus Dorong Akselerasi Layanan Kanker di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama jajaran Kementerian Kesehatan RI menghadiri seremoni topping off Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Kandouw di Manado, Senin, 15 Desember 2035. Fasilitas ini ditargetkan menjadi pusat layanan kanker terbesar di Indonesia Timur.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama jajaran Kementerian Kesehatan RI menghadiri seremoni topping off Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Kandouw di Manado, Senin, 15 Desember 2035. Fasilitas ini ditargetkan menjadi pusat layanan kanker terbesar di Indonesia Timur.

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kementerian Kesehatan RI merampungkan tahap topping off Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof Kandouw Manado.

Penyelesaian struktur bangunan ini menandai percepatan pembangunan pusat layanan kanker terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Upacara topping off yang digelar di Manado, Senin, 15 Desember 2025, menjadi tonggak penting dalam peningkatan akses layanan kesehatan.

Gedung setinggi 11 lantai dengan satu lantai basement tersebut dibangun dengan investasi sekitar Rp537 miliar.

Pantauan di lokasi menunjukkan struktur bangunan telah berdiri penuh. Pekerjaan konstruksi kini berfokus pada instalasi mekanikal dan elektrikal.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus menyampaikan bahwa fasilitas ini akan mengurangi beban rujukan pasien kanker yang selama ini harus ke Makassar atau Jakarta.

Baca Juga:  RTRW Sulut 2025 Masuki Tahap Final, Gubernur Yulius Selvanus Sahkan 8 IPPR

“Dengan hadirnya gedung ini, masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia Timur tidak lagi harus dirujuk ke Makassar atau Jakarta,” ujar Gubernur Yulius.

Ia memperkirakan gedung tersebut dapat mulai beroperasi dalam lima hingga enam bulan ke depan setelah instalasi medis dan proses perizinan selesai.

Menurutnya, keberhasilan layanan kanker terpadu juga bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar.

“Daerah kepulauan membutuhkan jaminan listrik 24 jam. Tanpa itu, pelayanan kesehatan tidak bisa optimal, terutama untuk alat-alat onkologi,” jelasnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paukus Octavianus menegaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian dari transformasi layanan kanker nasional.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Dorong Etika Jurnalistik di Era AI, UKW 2025 Diikuti 34 Wartawan

Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp537 miliar, fasilitas tersebut dirancang memenuhi standar internasional, termasuk penyediaan ruang radioterapi yang selama ini belum tersedia di Sulawesi Utara.

“RSUP Kandouw akan menjadi rumah sakit rujukan utama layanan kanker. Rumah sakit daerah akan fokus pada layanan dasar agar sistem rujukan berjalan efektif,” ujar Wamenkes.

Layanan Komprehensif yang Akan Tersedia

Menurut data RSUP Kandouw (2025), gedung ini akan menyediakan layanan kanker terpadu, meliputi:

– Radioterapi

– Kemoterapi

– Bedah onkologi

– Rehabilitasi kanker

– Layanan paliatif

– Laboratorium patologi modern

Radioterapi menjadi layanan yang paling dinantikan, mengingat pasien dari Sulawesi Utara selama ini harus melakukan perjalanan udara ke Makassar atau Jakarta untuk terapi lanjutan.

Baca Juga:  34 ASN Sulut Bertanding di 11 Cabor PORNAS KORPRI XVII, Yulius Selvanus: Jangan Pulang dengan Malu

Harapan Baru bagi Pasien Kanker di Indonesia Timur

Pembangunan fasilitas ini diharapkan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan timur.

Selain mempercepat proses rujukan, keberadaan gedung ini diprediksi dapat menekan biaya pengobatan pasien.

Salah satu keluarga pasien yang hadir menyambut baik pembangunan tersebut.

“Kalau radioterapi sudah ada di Manado, kami tidak perlu lagi bolak-balik ke Makassar. Biayanya sangat berat,” ujar Maria, warga Minahasa Selatan.***