MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut.
Agenda ini menjadi evaluasi penting atas capaian pembangunan daerah, dengan penekanan pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan konektivitas wilayah.
Dalam pidatonya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa tahun 2025 adalah masa transisi strategis untuk meletakkan fondasi peradaban Sulawesi Utara.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan berpihak pada rakyat, sekaligus menyiapkan Sulut sebagai pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.
Dari sisi keuangan, pemerintah berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target Rp3,78 triliun.
Sementara belanja daerah mencapai Rp3,31 triliun atau 91,36 persen dari alokasi Rp3,63 triliun. Anggaran diprioritaskan untuk pelayanan dasar, stimulus ekonomi, serta efisiensi pada pos non-prioritas.
Capaian nyata terlihat di sektor infrastruktur dengan hadirnya layanan listrik 24 jam di enam pulau terpencil.
Di bidang pendidikan, pemerintah membangun SMA Taruna Nusantara di Langowan dan merevitalisasi 50 sekolah untuk pemerataan kualitas pendidikan.
Sulut juga memperkuat konektivitas internasional melalui pembukaan rute penerbangan Seoul–Manado dan Taipei–Manado, yang menempatkan daerah ini sebagai hub logistik sekaligus destinasi wisata dunia.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah mengoptimalkan lahan padi seluas 2.000 hektare dan melaksanakan Gerakan Pangan Murah di 190 titik untuk menjaga daya beli masyarakat.
Rapat paripurna turut dihadiri Ketua DPRD dr. Fransiscus Andi Silangen, Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda, serta pejabat Pemprov Sulut.
Gubernur menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menghadapi tantangan fiskal dan dinamika global.
“Dengan semangat petarung dan prinsip satu komando, birokrasi Sulut harus bekerja dengan integritas demi rakyat,” tegasnya.







