Berita Sulut

Dukung TIFF 2026, Anik Yulius Selvanus Rancang Batik Khas Sulut

Sulutplus.News - 

×

Dukung TIFF 2026, Anik Yulius Selvanus Rancang Batik Khas Sulut

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, saat menerima audiensi Panitia Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (3/7/2026).
Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, saat menerima audiensi Panitia Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (3/7/2026). Foto: Diskominfo Pemprov Sulut

MANADO – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, merancang desain batik khusus untuk menyukseskan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.

Langkah ini menjadi bukti komitmen penuh jajaran Pemerintah Provinsi dan Dekranasda dalam mengawal perhelatan internasional tersebut.

Kepastian dukungan ini disampaikan saat Ny. Anik Yulius Selvanus menerima audiensi panitia TIFF 2026 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pada Jumat (3/7/2026).

Pertemuan strategis tersebut membahas berbagai persiapan menjelang event tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Agustus 2026 di Kota Tomohon.

Desain batik yang dibuat oleh istri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, ini nantinya akan digunakan secara resmi dalam seluruh rangkaian kegiatan TIFF 2026.

Baca Juga:  150 Pejabat Eselon III Sulut Ikuti Asesmen Kompetensi di BKN Manado

Kontribusi kreatif ini mengulang kesuksesan pada pelaksanaan TIFF tahun lalu, di mana desain batik karyanya juga dipilih sebagai busana resmi.

“Desain batik kali ini secara khusus mengangkat tema budaya lokal Sulawesi Utara serta kekayaan alam daerah kita yang sangat luar biasa,” ujar Ny. Anik Yulius Selvanus.

Ia menambahkan bahwa penggunaan motif khusus ini bertujuan agar setiap elemen dalam TIFF 2026 mampu memancarkan identitas serta kearifan lokal ke panggung dunia.

Dirinya juga mengapresiasi masyarakat Sulawesi Utara yang dinilai semakin bangga menggunakan batik khas daerah sebagai identitas kultural.

Baca Juga:  Rekor Dunia: 2.000 Anak Sulut Warnai Telur Paskah

Selain fokus pada promosi budaya, Ketua Dekranasda Sulut menekankan pentingnya dampak ekonomi dari festival bunga internasional ini.

Festival tersebut diharapkan tidak hanya sekadar menjadi pesta pariwisata visual bagi para pengunjung.

“TIFF adalah momentum yang sangat strategis. Kita harus manfaatkan wadah internasional ini dengan optimal untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM Sulawesi Utara,” tegas Anik.

Menurutnya, kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara harus menjadi peluang emas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Festival ini wajib menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang menyentuh langsung para perajin dan pedagang lokal.

Baca Juga:  Sulut Tegaskan Komitmen Antikorupsi, Gubernur Yulius Selvanus Dorong Transparansi Digital

Di sisi lain, Panitia TIFF 2026 menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan sumbangsih ide kreatif dari Ketua Dekranasda Sulut.

Pihak panitia optimistis terhadap kualitas penyelenggaraan festival tahun ini.

Sinergi yang kokoh antara Pemerintah Provinsi, Dekranasda, Pemerintah Kota Tomohon, serta seluruh pemangku kepentingan diyakini mampu memperkuat kesuksesan acara.

Kolaborasi ini juga diharapkan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara beserta panitia inti penyelenggara TIFF 2026.