KOTAMOBAGU – Turnamen sepak bola terbesar di Sulawesi Utara, Totabuan Champions League (TCL) 2026, kembali menyajikan laga berkelas.
Dua tim bertabur pemain bintang di Grup A, Burako Alason dan Mutiara Hitam Lobong, siap beradu strategi di Stadion Nunuk Matali, Kotamobagu, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim untuk mengamankan poin perdana mereka di fase grup.
Pasalnya, persaingan di Grup A langsung memanas setelah Bonawang FC sukses mengemas tiga poin penuh atas kemenangan melawan Putra Jaton Ikhwan pada laga pembuka.
Kemenangan pada laga esok hari akan membuka jalan lebar bagi salah satu tim untuk melaju ke babak berikutnya.
Burako Alason, tim yang datang dari Kabupaten Minahasa Tenggara, membawa modal kepercayaan diri tinggi dengan materi pemain berpengalaman.
Skuad ini diperkuat oleh dua nama yang sudah menjadi langganan juara dalam turnamen antarkampung (tarkam) di Sulawesi Utara, yakni Timan Kadulah dan Herdin Dalie.
Ketangguhan Burako Alason di lapangan hijau kian solid dengan hadirnya Firman Usman di kursi pelatih.
Sosok yang akrab dijuluki “Raja Tarkam” Bolaang Mongondow Raya ini diyakini mampu meracik taktik jitu demi mengamankan kemenangan perdana timnya.
Di kubu lawan, Mutiara Hitam Lobong datang dengan ambisi yang tidak kalah besar.
Mereka siap meredam agresivitas lawan dengan mengandalkan sederet pilar senior sarat pengalaman, seperti Dani Namangge, Erik Senaen, dan Herry Lontoh.
Kombinasi pemain ini diprediksi akan menyajikan tontonan yang menarik sekaligus menghibur para suporter.
Selain adu gengsi materi pemain, kedua kubu dilaporkan telah menyiapkan sejumlah kejutan taktikal di lapangan.
Kehadiran para pemain bintang ini diharapkan dapat memanjakan mata para pencinta sepak bola lokal yang memadati Stadion Nunuk Matali.
Kompetisi bergengsi TCL 2026 merupakan inisiatif langsung dari Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa.
Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp300 juta ini sengaja dirancang secara eksklusif dengan hanya melibatkan delapan tim pilihan yang lolos seleksi ketat.
Langkah seleksi ini diwajibkan untuk menjamin daya saing dan mutu pertandingan yang tinggi.
Michael Solat Bibisa menegaskan bahwa ajang ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di wilayah Bolaang Mongondow Raya, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi level senior.







