KOTAMOBAGU – Ambisi Persin Sinindian untuk membalaskan dendam kekalahan masa lalu atas Bintang Muda Matali (BMM) harus tertunda.
Dalam laga bertajuk “El Clasico Kotamobagu” pada matchday ke-8 Totabuan Champions League (TCL) 2026 di Stadion Nunuk Matali, Rabu, 15 Juli 2026, Persin kembali dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1.
Sebelumnya, skuad Laskar Sinindian mengusung misi revans yang kuat demi membayar kekalahan mereka dari BMM pada ajang Wali Kota Cup edisi kedua lalu.
Namun, gol cepat penyerang BMM, Juliardi, pada menit ke-16 babak pertama membuyarkan target tersebut dan memperpanjang dominasi BMM dalam derbi wilayah Kota Timur ini.
Pelatih Persin Sinindian, Yudi Mamonto, harus memutar otak sepanjang laga akibat absennya dua pilar utama, Wahyudi Hamisi dan Mario Londok.
Kehilangan dua jangkar permainan ini membuat aliran bola Persin kerap patah di lini tengah, meski mereka tampil agresif dan menekan demi menyamakan kedudukan.
Tensi emosional yang tinggi membuat barisan pemain Persin memperagakan permainan keras. Wasit Reza S terpaksa mengeluarkan empat kartu kuning untuk pemain Persin, yakni Aan Detu, Rafli Umar, Randa Makalalag, dan Ali Topan.
Yudi juga melakukan perombakan dengan memasukkan tenaga baru seperti Randa Makalalag dan Ronbin Mento, namun kokohnya pertahanan BMM gagal ditembus hingga peluit panjang berbunyi.
Laga penuh gengsi ini turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib dan Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Bibisa.
Meski tensi di lapangan hijau memanas akibat ambisi besar kedua tim, Weny Gaib memberikan apresiasi atas atmosfer pertandingan yang tetap berjalan kondusif.












