KOTAMOBAGU – Bintang Muda Matali (BMM) sukses mengamankan kemenangan krusial dalam laga panas bertajuk “El Clasico Kotamobagu” setelah menumbangkan Persin Sinindian dengan skor tipis 1-0, Rabu, 15 Juli 2026.
Pertandingan matchday ke-8 Totabuan Champions League (TCL) 2026 yang berlangsung di Stadion Nunuk Matali ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib yang didamping Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Bibisa.
Gol tunggal kemenangan Bintang Muda Matali dicetak oleh penyerang nomor punggung 18, Juliardi, pada menit ke-16 babak pertama.
Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan, Juliardi berhasil menyarangkan bola ke gawang Persin Sinindian sekaligus menjadi penentu hasil akhir derbi wilayah Kota Timur ini.
Wali Kota Weny yang memantau jalannya pertandingan dari tribun penonton memberikan apresiasi tinggi atas kualitas permainan yang ditunjukkan kedua tim.
Dirinya menilai jalannya kompetisi tidak hanya menyuguhkan tontonan yang menghibur, namun juga membuktikan tingginya kualitas pesepak bola lokal.
“Untuk pertandingan hari ini lewat 8 hari ini luar biasa. Ada dua tim yang bertanding begitu seru mempertunjukkan pola permainan yang sangat bagus dan juga sportivitas dalam bertanding,” ujar Weny Gaib seusai laga.
Weny menambahkan bahwa esensi dari turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah pemersatu generasi muda di Kotamobagu.
Melalui sepak bola, ikatan emosional dan tali persaudaraan antarwilayah diharapkan dapat terjalin semakin erat.
“Tentu diharapkan untuk bisa lebih menjunjung kekeluargaan. Karena pertandingan ini dilaksanakan selain daripada mencari bibit-bibit pemain sepak bola, juga untuk bagaimana anak muda antarsama tim bisa bergabung dengan satu kekeluargaan persaudaraan, sehingga pertandingan seperti ini dapat dilaksanakan seterusnya. Terima kasih juga untuk semua panitia khususnya yang telah melaksanakan pertandingan pada kali ini,” ungkap Wali Kota.
Jalannya laga yang dipimpin oleh wasit Reza S ini memang berlangsung dalam tensi tinggi.
Persin Sinindian mencoba bermain agresif guna mengejar ketertinggalan, yang memaksa wasit mengeluarkan empat kartu kuning untuk pemain mereka, yakni Aan Detu, Rafli Umar, Randa Makalalag, dan Ali Topan.
Kedua tim melakukan perombakan taktik di babak kedua demi menyegarkan alur permainan.
Persin Sinindian memasukkan Randa Makalalag, Robin Nento, Reydi Binoga, dan Rendra Hundo.
Sementara di kubu BMM, penyerang Fahri M dimasukkan untuk menggantikan Cristo pada awal babak kedua guna menjaga kedalaman skuad.
Hingga peluit panjang ditiupkan, kokohnya pertahanan Bintang Muda Matali gagal ditembus oleh barisan penyerang Persin Sinindian.
Skor 1-0 bertahan untuk keunggulan BMM, yang sekaligus memantapkan posisi mereka dalam perebutan tiket menuju fase grup kedua kompetisi TCL 2026.












