JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali memberangkatkan sebanyak 42 warga negara Indonesia untuk menunaikan ibadah haji secara gratis di Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Keberangkatan para jamaah ini merupakan bagian dari program eksklusif Program Tamu Undangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Program strategis ini menyasar para tokoh berpengaruh dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi manifestasi dari hubungan diplomatik dan spiritual yang sangat erat antara Riyadh dan Jakarta.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan bahwa pelayanan terhadap umat Islam merupakan prioritas tertinggi kerajaannya.
Pihaknya mengaku sangat bersyukur dan merasa terhormat dapat memfasilitasi perjalanan ibadah ini secara komprehensif.
“Tuntutan posisi Kerajaan Arab Saudi membuat kami merasa terhormat. Adalah suatu kewajiban bagi kami untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh umat Islam, termasuk jamaah haji,” ujar Dubes Faisal Abdullah H. Amodi saat memberikan sambutan resmi pada acara pelepasan di Jakarta.
Menurut Faisal, program ini merupakan perwujudan dari arahan langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).
Keduanya menginstruksikan penyediaan fasilitas, akomodasi, dan kemudahan logistik dengan standar kualitas tertinggi bagi para tokoh terpilih.
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat pada Selasa malam, 19 Mei 2026, tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara Indonesia.
Di antaranya terlihat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan.
Kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga legislatif ini menegaskan posisi strategis program tersebut dalam diplomasi bilateral kedua negara.
Selain pejabat domestik, acara pelepasan ini juga disaksikan oleh perwakilan diplomatik dari negara-negara sahabat, seperti Duta Besar Palestina dan Duta Besar Sudan.
Berdasarkan jadwal resmi, para tamu undangan mulia ini bertolak ke Arab Saudi pada Selasa malam, 19 Mei, dan dijadwalkan kembali ke tanah air pada 3 Juni 2026.
Dubes Faisal secara khusus mendoakan agar seluruh jamaah meraih predikat haji mabrur serta kembali dalam kondisi sehat walafiat.
Tidak hanya memberikan kuota khusus bagi para tokoh, Pemerintah Arab Saudi pada tahun 2026 ini juga terus melakukan modernisasi infrastruktur pelayanan haji secara massal.
Salah satu langkah konkretnya adalah perluasan dan optimalisasi fasilitas fast track (jalur cepat) keimigrasian di Indonesia.
Fasilitas fast track ini merupakan skema pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang diselesaikan langsung di bandara asal di Indonesia.
Saat ini, layanan premium tersebut telah beroperasi penuh di tiga bandara utama, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Internasional Adi Soemarmo (Solo), dan Bandara Internasional Juanda (Surabaya).
Implementasi fast track merupakan lompatan besar yang memangkas waktu tunggu jamaah hingga 3 sampai 4 jam setibanya di Bandara King Abdulaziz Jeddah maupun Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
Melalui sistem pra-pemeriksaan dokumen (pre-clearance) ini, jamaah yang baru mendarat bisa langsung diarahkan menuju bus jemputan tanpa harus mengantre panjang di loket imigrasi lokal.
Langkah ini menjadi implementasi nyata dari digitalisasi layanan publik global Arab Saudi di bawah payung Saudi Vision 2030.
Komitmen peningkatan kualitas ini menjadi bukti nyata bahwa relasi antara Indonesia dan Arab Saudi tidak sekadar bertumpu pada aspek ekonomi politik, melainkan pada ikatan persaudaraan kultural dan keagamaan yang kokoh serta berkelanjutan.





