Berita Kotamobagu

Kobo Kecil Tuan Rumah Rembug Stunting

Sulutplus.News - 

×

Kobo Kecil Tuan Rumah Rembug Stunting

Sebarkan artikel ini
Suasana rembug stunting yang berlangsung di Balai Desa Kobo Kecil.
Suasana rembug stunting yang berlangsung di Balai Desa Kobo Kecil. Foto: Ist

KOTAMOBAGU – Dalam rangka mengatasi masalah stunting, khususnya di lingkup pemerintah daerah (Pemda) Kota Kotamobagu, berlangsung rembug stunting untuk desa Kobo Kecil, bertempat di Balai Desa Dapuon, Kobo Kecil, Senin (11/5).

Rembug stunting untuk rencana kerja Pemda (RKP) tahun 2027 ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Pra Sugiarto Yunus dan sejumlah pejabat satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) terkait, Sangadi (Kepala Desa) Kobo Kecil Sri Rahayu Monoarfa, dan Ketua Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) Verdinan Paputungan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kotamobagu Pimpin Rapat Pelantikan PAW Ishak Sugeha

Pra Sugiarto menjelaskan, forum ini adalah forum musyawarah partisipatif yang mempertemukan Pemda, pemerintah desa (Pemdes), tenaga kesehatan (Nakes), kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan tokoh masyarakat.

“Tujuannya untuk memetakan masalah gizi, menyusun rencana aksi pencegahan, dan menyepakati program serta alokasi anggaran prioritas untuk RKP tahun berikut,” papar mantan Kepala Badan Keuangan daerah ini.

Baca Juga:  Weny Gaib Tinjau Proyek Jalan Rp5 Miliar di Kotamobagu, Dorong Kualitas dan Transparansi

Ditambahkan, output rembug itu untuk munculnya komitmen bersama, membangun kesepahaman dan kesepakatan dari semua pihak untuk berperan aktif menurunkan angka stunting.

Tak hanya itu, lanjut Pra Sugiarto, forum itu juga memastikan berbagai layanan konvergen atau simultan, mulai dari kesehatan ibu hamil, gizi balita hingga sanitasi.

Sangadi Sri Rahayu menyatakan terima kasih atas terlaksananya rembug stunting ini. Sebab problem stunting menjadi musuh bersama, termasuk di Kobo Kecil, sehingga forum komprehensif seperti rembug yang telah dilaksanakan bisa memberikan informasi tambahan untuk kiranya ada yang bisa diintervensi lewat Dana Desa, jika memungkinkan dan tidak kena efisiensi.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Koperasi jadi Motor Ekonomi Rakyat Sulut

“Tentunya alokasi terbesar ada di penataan anggaran di Pemda lewat APBD,” kata Sangadi yang juga mantan anggota DPRD Kota Kotamobagu ini.