Berita Bolsel

Penanganan Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Dikbud Bolsel Audiensi di Kemendikdasmen

×

Penanganan Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Dikbud Bolsel Audiensi di Kemendikdasmen

Sebarkan artikel ini
Audiensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel bersama tim Kemendikdasmen di Jakarta membahas penanganan sekolah dan peserta didik terdampak erupsi Gunung Ruang, Kamis (5/3/2025).
Audiensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel bersama tim Kemendikdasmen di Jakarta membahas penanganan sekolah dan peserta didik terdampak erupsi Gunung Ruang, Kamis (5/3/2025). Foto: Diskominfo Bolsel.

JAKARTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melakukan audiensi dengan tim pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Direktorat SD dan SMP di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pertemuan ini membahas penanganan pendidikan bagi siswa dan tenaga pendidik yang terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Sekretaris Dikbud Bolsel, Idwan Latjolai, menyampaikan sejumlah poin penting yang dibahas bersama pemerintah pusat.
“Di antaranya penutupan empat sekolah yang telah hancur akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembukaan sekolah baru bagi peserta didik asal Gunung Ruang yang kini tinggal di hunian baru Desa Modisi, Bolsel. Mekanisme mutasi tenaga pendidik dan siswa dari sekolah asal di Sitaro ke sekolah-sekolah di Bolsel turut menjadi agenda pembahasan.

Baca Juga:  Pimpin Apel, Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Idwan menambahkan, penggunaan dana BOS tahap pertama tahun 2026 juga menjadi perhatian. Salah satu sekolah yang telah mencairkan dana BOS adalah SMP Negeri 4 Tagulandang, namun bangunan sekolah tersebut kini hancur akibat erupsi. Tenaga pendidik dan siswanya sudah berada di lokasi hunian di Bolsel.

Dikbud Bolsel juga memfasilitasi sejumlah siswa asal Sitaro untuk mengikuti gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 9–10 Maret 2026.
Peserta berasal dari beberapa sekolah, yakni dua siswa SD GMIST Patmos Laingpatehi, tiga siswa SDN Inpres Laingpatehi, dan enam siswa SMP Negeri 4 Tagulandang. Gladi TKA jenjang SD dilaksanakan di SDN Modisi, sedangkan jenjang SMP di SMP Negeri Satap Posilagon.

“TKA merupakan instrumen pengukuran capaian belajar siswa yang terstandar dan kini menggantikan Ujian Nasional. Hasilnya juga menjadi syarat penerimaan murid baru sesuai Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025,” jelas Idwan.

Baca Juga:  Wabup Deddy Sambut 281 Warga Pulau Ruang Korban Erupsi Gunung Ruang  

Sebelumnya, Dikbud Bolsel telah melakukan pendataan langsung terhadap peserta didik penyintas di kawasan hunian tetap (huntap) pada 23 Februari 2026. Kepala Dikbud Bolsel, Rante Hattani, menegaskan bahwa pendataan ini menjadi fondasi penting sebelum proses belajar mengajar dimulai.

“Jumlah peserta didik akan menentukan rombongan belajar dan kebutuhan guru. Semua harus terukur agar proses belajar berjalan efektif,” ujarnya.

Sebanyak 82 siswa telah terdata, terdiri dari:
– PAUD: 5 anak
– SD: 54 anak
– SMP: 23 anak

Selain itu, 13 guru asal sekolah terdampak juga siap kembali mengabdi demi memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan.

Baca Juga:  Penetapan 11.450 Hektare WPR di Sulut: Langkah Strategis atau Tantangan Baru?

Dikbud Bolsel menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai bulan depan. Saat ini, fasilitas bangunan pendidikan di huntap masih dalam tahap penyelesaian.
“Meski demikian, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar sarana pendukung siap tepat waktu,” kata Rante.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dan daerah dalam memastikan pemulihan warga terdampak tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pendidikan dan layanan dasar lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling menyerahkan kunci hunian tetap kepada warga terdampak erupsi Gunung Ruang di Bolsel. Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menegaskan bahwa keberlanjutan sekolah bagi anak-anak penyintas menjadi kunci pemulihan psikologis dan sosial pascabencana. (day)