Berita Bolmong

Infrastruktur Usang atau Alih Lahan? Ini Kata Sangadi dan Wakapolda Sulut Soal Banjir Solimandungan

Sulutplus.News - 

×

Infrastruktur Usang atau Alih Lahan? Ini Kata Sangadi dan Wakapolda Sulut Soal Banjir Solimandungan

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah warga di Desa Solimandungan Dua, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang tertimbun lumpur pascabanjir bandang. Petugas gabungan terus melakukan pembersihan material di lokasi terdampak.
Kondisi rumah warga di Desa Solimandungan Dua, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang tertimbun lumpur pascabanjir bandang. Petugas gabungan terus melakukan pembersihan material di lokasi terdampak. Foto: Sulutplus/dokumen

BOLMONG – Empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) lumpuh diterjang banjir bandang pada Rabu (27/5/2026).

Peristiwa ini memicu perdebatan mengenai penyebab utama bencana: apakah murni akibat curah hujan ekstrem, atau terdapat faktor aktivitas manusia berupa alih fungsi lahan di hulu sungai.

Sangadi (Kepala Desa) Solimandungan Dua, Bebi Bango, menegaskan bahwa banjir terjadi akibat keterbatasan infrastruktur penghubung yang sudah tidak memadai.

“Jembatan kecil di wilayah kami sudah tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi. Tidak ada penebangan hutan penyangga, ini murni faktor alam,” ujarnya saat memberikan keterangan, Kamis (28/6/2026).

Baca Juga:  Ayo Bantu Empat Desa di Bolmong Diterjang Banjir, Berikut 3 Kebutuhan Mendesak Warga

Meski pemerintah desa melihat keterbatasan infrastruktur sebagai pemicu utama, Kepolisian Daerah (Polda) Sulut justru menemukan indikasi lain berdasarkan hasil investigasi visual dari udara menggunakan drone.

Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, mengungkapkan adanya indikasi pembukaan lahan baru untuk aktivitas perkebunan jagung dan kelapa di kawasan hulu.

“Melihat karakteristik lumpur yang pekat, kemungkinan besar berasal dari area perkebunan. Saat hujan deras, material tanah dan akar yang tidak mengikat kuat terbawa arus. Itu dugaan awal, pendalamannya akan kita lakukan lebih lanjut,” jelas Awi.

Baca Juga:  Pemkab Gelar Sertijab Pj Bupati Bolmong: Niondon Jusnan Mokoginta, Sukurmoanto Limi Mokodompit

Selain melakukan penyelidikan terkait penyebab banjir, Polda Sulut juga telah mengerahkan personel Samapta dan Brimob untuk membantu warga membersihkan material lumpur di pemukiman.

Satu armada water treatment truck dan mobil SAR yang dikirimkan dari Manado guna menyuplai kebutuhan air bersih dan membantu warga terdampak.

Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dampak terparah dilaporkan terjadi di Dusun Tiga Desa Solimandungan Dua dengan 87 Kepala Keluarga (KK) terdampak, serta 11 KK di Desa Solimandungan Induk.

Baca Juga:  Wabup Dony Resmikan SPPG Program MBG di Desa Uuwan: Layani 1.117 Siswa

Kepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Tidak ada korban jiwa, hanya beberapa warga mengalami luka ringan dan seluruhnya sudah mendapatkan penanganan medis,” tegas Chandra.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama TNI-Polri tetap bersiaga mengantisipasi potensi cuah hujan tinggi yang diprediksi masih akan melanda wilayah Sulut dalam beberapa hari ke depan.