Berita Kotamobagu

Ketua PWI Kotamobagu Ajak Wartawan Jaga Profesionalisme dan Etika

Sulutplus.News - 

×

Ketua PWI Kotamobagu Ajak Wartawan Jaga Profesionalisme dan Etika

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Kotamobagu periode 2026–2029, Konni Balamba, saat menghadiri kegiatan di Kotamobagu. Konni mengajak insan pers memperkuat profesionalisme, etika jurnalistik, dan solidaritas menjelang pelantikan pengurus PWI Kotamobagu.
Ketua PWI Kotamobagu periode 2026–2029, Konni Balamba, saat menghadiri kegiatan di Kotamobagu. Konni mengajak insan pers memperkuat profesionalisme, etika jurnalistik, dan solidaritas menjelang pelantikan pengurus PWI Kotamobagu.

KOTAMOBAGU – Ketua PWI Kotamobagu periode 2026–2029, Konni Balamba, mengajak seluruh wartawan menjaga profesionalisme, etika jurnalistik, dan solidaritas di tengah keberagaman organisasi profesi wartawan.

Ajakan tersebut disampaikan Konni, Minggu, 20 September 2026, menjelang pelantikan kepengurusan PWI Kotamobagu periode 2026–2029 yang direncanakan berlangsung akhir Oktober mendatang.

SCROLL UNTUK BACA ARTIKEL
ADVERTISEMENT
J Resources - Dirgahayu Republik Indonesia
SCROLL UNTUK BACA ARTIKEL

Menurut Konni, profesionalisme dan etika merupakan hal mendasar yang wajib dikedepankan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Karena itu, ia mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus memahami dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

“Dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis, wajib hukumnya bagi insan pers mengedepankan profesionalisme dan etika,” kata Konni.

Selain itu, Konni membuka ruang bagi wartawan di Kotamobagu yang belum bergabung dengan organisasi profesi untuk bergabung bersama PWI.

Baca Juga:  Meiddy Makalalag Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Kotamobagu

Ia menyebut PWI sebagai wadah untuk belajar, meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, dan membangun profesionalisme wartawan.

“Mari kita jadikan PWI sebagai rumah bersama untuk belajar, bertumbuh, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat solidaritas antarsesama insan pers,” ujarnya.

Meski mengajak wartawan bergabung dengan PWI, Konni menegaskan bahwa setiap wartawan memiliki hak untuk menentukan organisasi profesinya masing-masing.

Ia mengimbau wartawan yang tidak bergabung dengan PWI agar memilih organisasi profesi yang memiliki legalitas dan pengakuan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika melihat data di website Dewan Pers, ada empat organisasi profesi wartawan, yakni PWI, AJI, IJTI, dan Pewarta Foto Indonesia. Teman-teman wartawan televisi misalnya dapat memilih organisasi yang sesuai dengan bidangnya, begitu juga wartawan media cetak, online, maupun pewarta foto. Intinya, silakan memilih organisasi profesi yang sesuai,” katanya.

Baca Juga:  Titi Jonatan Gumulili, Sang Penjaga Marwah DPRD Kotamobagu

Konni juga menyebut Persatuan Jurnalis Siber (PJS) yang, menurutnya, sedang berproses untuk mendapatkan pengakuan sesuai mekanisme yang berlaku di Dewan Pers.

Ia menilai organisasi profesi memiliki peran penting dalam pembinaan dan peningkatan kompetensi wartawan.

Organisasi juga dapat menjadi wadah penguatan etika, solidaritas, serta pendampingan ketika anggota menghadapi persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik.

Namun, Konni mengingatkan bahwa keanggotaan organisasi profesi tidak otomatis memberikan perlindungan terhadap setiap tindakan wartawan.

“Keanggotaan organisasi tidak otomatis membuat setiap tindakan wartawan memperoleh perlindungan hukum. Perlindungan tetap berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik secara profesional dan sesuai Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Menurut Konni, bergabung dalam organisasi profesi juga tidak semata-mata untuk mendapatkan kartu anggota.

Keanggotaan harus menjadi bagian dari komitmen wartawan untuk meningkatkan kualitas, menjaga etika, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalistik.

Baca Juga:  Tertarik Gabung PWI Kotamobagu? Cek Syarat Lengkapnya di Sini

Di tengah keberagaman organisasi profesi, ia meminta wartawan di Kotamobagu tetap menjaga persatuan dan hubungan baik.

Perbedaan organisasi, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan bagi sesama wartawan untuk saling menjatuhkan atau membangun persaingan yang tidak sehat.

“Silakan berbeda organisasi, karena setiap wartawan memiliki hak untuk menentukan wadah profesinya. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling menjatuhkan sesama profesi,” ujarnya.

Konni berharap pelantikan pengurus PWI Kotamobagu periode 2026–2029 nantinya dapat menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh insan pers di Kotamobagu.

“Siapa pun organisasinya, mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun iklim pers yang profesional, sehat, serta bertanggung jawab di Kotamobagu,” pungkasnya.

20