BOLTIM – Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Lorong Permata, Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 04.00 WITA.
Peristiwa tragis pada dini hari tersebut menghanguskan tiga bangunan rumah dan mengakibatkan seorang warga lanjut usia (lansia) meninggal dunia.
Korban jiwa teridentifikasi berinisial JM (78), seorang petani setempat.
Korban tak sempat menyelamatkan diri dan terjebak di dalam kamar saat kobaran api dengan cepat membesar serta merembet ke bangunan lain.
Selain menelan korban jiwa, musibah ini meratakantanahkan rumah milik IM (45) beserta seluruh barang berharga dan dokumen penting.
Rumah milik BD turut hangus dilalap si jago merah, sementara bagian dapur rumah milik YL mengalami kerusakan berat.
Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp450 juta.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pemilik rumah yang terbangun setelah mencium bau asap menyengat dari bagian dapur.
Saat diperiksa, api sudah membesar membakar struktur bangunan dapur yang mendominasi berbahan kayu.
Meski sempat berupaya membangunkan ayahnya di dalam kamar, tiupan angin kencang membuat api merembet cepat ke rumah warga lainnya.
Dua unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kota Kotamobagu tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WITA.
Bersama jajaran Polsek Modayag, perangkat desa, dan warga sekitar, proses pemadaman serta pendinginan akhirnya selesai dilakukan pada pukul 06.32 WITA.
Jasad korban ditemukan di dalam kamar sesaat setelah api berhasil dipadamkan.
Tim kepolisian langsung mengevakuasi korban ke RS Pratama Bolaang Mongondow Timur untuk pemeriksaan luar (VER).
Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi korban meninggal dunia akibat luka bakar serius saat terjebak dalam kobaran api.
Kapolres Bolaang Mongondow Timur AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, SH, MSi, melalui Kapolsek Modayag AKP Agus Hamadjen, SPd, menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan penanganan di TKP serta mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari bagian dapur salah satu rumah. Namun kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan olah TKP untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas AKP Agus Hamadjen.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik di pemukiman masing-masing guna mencegah musibah serupa.
Saat ini jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan warga terdampak mengungsi di rumah kerabat.
Situasi keamanan di Desa Bongkudai dilaporkan telah kembali kondusif.












