Berita Bolmong

Anjing Pelacak K-9 Polda Sulut Dikerahkan Cari Korban Kedua Longsor Lokasi Patung Bolmong

Sulutplus.News - 

×

Anjing Pelacak K-9 Polda Sulut Dikerahkan Cari Korban Kedua Longsor Lokasi Patung Bolmong

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan bersama anjing pelacak K-9 Polda Sulut menyisir material longsoran di kawasan PETI Lokasi Patung, Desa Mopait, Lolayan, Bolmong, Kamis (2/7/2026).
Tim SAR gabungan bersama anjing pelacak K-9 Polda Sulut menyisir material longsoran di kawasan PETI Lokasi Patung, Desa Mopait, Lolayan, Bolmong, Kamis (2/7/2026). Foto: Ist

Ringkasan Berita:

  • Operasi SAR korban kedua diperkuat anjing pelacak K-9 Polda Sulut untuk pemetaan titik lebih akurat.
  • Pencarian manual dihentikan sementara agar material tetap gembur dan penciuman K-9 optimal.
  • Personel evakuasi disiapkan vaksin antibakteri guna cegah infeksi biologis di lokasi longsoran.

BOLMONG – Tim SAR gabungan mengerahkan anjing pelacak K-9 Polda Sulawesi Utara untuk mencari Rivaldo Kandouw alias Baim (28), korban kedua longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Lokasi Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (2/7/2026).

Baca Juga:  Setelah Belasan Tahun, Akhirnya Masyarakat Desa Tungoi Nikmati Jalan Mulus 

Operasi pencarian manual dan alat berat sempat dihentikan sementara agar kondisi material longsoran tetap gembur.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga sensitivitas penciuman anjing pelacak dalam mendeteksi keberadaan korban.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bolmong, TNI, Polri, relawan PT BDL, serta masyarakat setempat kini menyisir titik-titik krusial.

Kehadiran K-9 diharapkan mampu memetakan lokasi korban yang tertutup material longsor.

Baca Juga:  JRBM Turunkan Tim dan Alat Berat Bantu Tangani Dampak Banjir Solimandungan

Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta, menegaskan pelibatan tim K-9 menjadi strategi utama mempercepat pencarian.

“Tim SAR bersama K-9 Polda Sulut sedang menyisir area longsoran untuk memetakan dugaan titik korban sebelum proses evakuasi dilanjutkan,” ujar Chandra.

Selain kendala material, medan tambang masih berat dengan timbunan tanah, batu, dan kayu gelondongan.

Pemerintah daerah menyiagakan tenaga medis di posko terdekat. Personel yang turun ke titik evakuasi diwajibkan menerima vaksin antibakteri untuk mencegah risiko infeksi biologis.

Baca Juga:  Infrastruktur Usang atau Alih Lahan? Ini Kata Sangadi dan Wakapolda Sulut Soal Banjir Solimandungan

Sebelumnya, Minggu (28/6/2026), tim penyelamat menemukan korban pertama, Alif Tamimu alias Alipo (18), dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak keluarga berharap pemanfaatan unit K-9 dapat mempercepat penemuan Rivaldo agar jenazahnya segera dievakuasi secara layak.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan fokus pada pemetaan titik korban kedua. Tim SAR gabungan menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas di tengah medan longsoran yang sulit.