Sulutplus.news – Legenda sepak bola Inggris David Beckham resmi mencatatkan sejarah sebagai olahragawan pertama di Inggris yang meraih status miliarder.
Pencapaian ini diumumkan dalam Sunday Times Rich List 2026 yang dirilis pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut laporan Investor Daily, total kekayaan David Beckham bersama sang istri, Victoria Beckham, kini mencapai 1,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp25 triliun.
Angka tersebut menempatkan pasangan ini di jajaran elite miliarder Inggris, menandai tonggak baru bagi dunia olahraga dan industri hiburan.
Data dari BBC menunjukkan beberapa nama baru juga masuk dalam daftar bergengsi tersebut, di antaranya personel band Oasis, Noel dan Liam Gallagher, dengan kekayaan gabungan 375 juta poundsterling.
Sementara itu, keluarga Emily Eavis, pemilik festival musik Glastonbury, tercatat memiliki kekayaan 400 juta poundsterling.
Di puncak daftar, keluarga Hinduja masih mempertahankan posisi sebagai orang terkaya di Inggris selama lima tahun berturut-turut dengan total kekayaan mencapai 38 miliar poundsterling.
Konglomerasi mereka mencakup sektor minyak, gas, perbankan, dan transportasi global.
Lonjakan kekayaan terbesar tahun ini dicatatkan oleh Nik Storonsky, pendiri perusahaan fintech Revolut, bersama trader Alex Gerko.
Meski demikian, jumlah miliarder di Inggris menurun menjadi 157 orang, berkurang 20 orang dibandingkan empat tahun lalu.
Sementara itu, Raja Charles III juga mengalami peningkatan kekayaan sebesar 40 juta poundsterling, sehingga total hartanya kini mencapai 680 juta poundsterling.
Angka tersebut melampaui kekayaan mantan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan istrinya, Akshata Murty, yang tercatat memiliki 563 juta poundsterling.
Di sisi lain, penurunan tajam dialami oleh penemu teknologi rumah tangga James Dyson, yang kehilangan sekitar 8,8 miliar poundsterling akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kini, total kekayaan Dyson turun menjadi 12 miliar poundsterling.
Pencapaian Beckham menegaskan transformasi besar dalam kariernya dari pesepak bola menjadi ikon bisnis global.
Setelah pensiun, ia sukses membangun kerajaan bisnis di bidang fashion, parfum, dan olahraga melalui klub Inter Miami CF di Amerika Serikat.
Fenomena ini mencerminkan tren baru di dunia olahraga, di mana atlet tidak hanya mengandalkan pendapatan dari lapangan, tetapi juga dari investasi dan merek pribadi.
Di Inggris, Beckham kini menjadi simbol keberhasilan lintas industri, menggabungkan popularitas, strategi bisnis, dan citra global yang kuat.

