Berita Bolmong

Pemuda GMIBM Gelar Selebrasi Paskah 2026, Dhea Lumenta: Ini Simbol Sukacita untuk Semua

Sulutplus.News - 

×

Pemuda GMIBM Gelar Selebrasi Paskah 2026, Dhea Lumenta: Ini Simbol Sukacita untuk Semua

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Paskah, Dhea Eucharisty Lumenta, SE
Ketua Panitia Paskah, Dhea Eucharisty Lumenta, SE. Foto: Sulutplus.news

BOLMONG – Perayaan Paskah Pemuda Sinode GMIBM tahun 2026  bakal berlangsung meriah dengan adanya selebrasi jalan bersama yang menempuh rute sepanjang 3,5 kilometer.

Acara dimulai 11 April 2026 ini, start dari Lapangan Apollo Tiberias dan berakhir di Lapangan Desa Nanasi, melewati sejumlah titik penting yang menjadi simbol kebersamaan lintas komunitas.

Rute selebrasi mencakup GMIBM Bethesda, Indomaret Poigar II (TRKM), SMA Negeri 1 Poigar, kawasan Poigar – Kaiya, Masjid Al Ikhlas, SDN Mondatong, hingga finis di GMIBM Kalvari Nanasi.

Baca Juga:  Duplikat Bendera Pusaka Akan Berkibar di Bolmong
Rute Selebrasi PASKAH 2026
Rute Selebrasi PASKAH 2026

 

Kehadiran berbagai landmark ini menegaskan pesan toleransi dan persaudaraan yang diusung oleh pemuda gereja.

Dengan tema “Pemuda GMIBM Tangguh”, kegiatan ini menjadi wadah mempererat solidaritas antarjemaat dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Sukarno Hatta Mimin Binol Resmi Pimpin DPD PAN Kotamobagu

Atmosfer penuh warna terlihat dari dekorasi rute serta partisipasi aktif pemuda yang mengiringi perjalanan dengan nyanyian rohani dan sorak sukacita.

Ketua Panitia Paskah, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menegaskan makna selebrasi ini bagi pemuda gereja.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda GMIBM bukan hanya tangguh dalam iman, tetapi juga tangguh dalam membangun kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Selebrasi ini adalah simbol sukacita yang kami bagikan untuk semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Desa Kopandakan II Raih Juara I Lomba Desa Sulut 2025, Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

Panitia berharap kegiatan ini mampu memperkuat citra positif Sulawesi Utara sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi, sekaligus menjadikan Paskah sebagai momentum kebangkitan dan penguatan iman.