BOLSEL – Menjelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) intensif melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok.
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru bersama jajaran turun langsung ke pasar tradisional Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, pada Minggu (15/3), untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Tenaga Ahli Bupati, Asisten Bidang Pemerintahan Alsyafri U. Kadullah, Kepala Dinas Perindustrian Laode Wahyudin, Kepala Bagian Pembangunan Delfian Giputra Thanta, serta staf Dinas Ketahanan Pangan dan Bagian Ekonomi Setda.
Kehadiran rombongan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Bupati Iskandar meninjau langsung sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang untuk mendengar langsung situasi distribusi barang, kendala yang dihadapi, serta dinamika harga di lapangan.
“Pemerintah daerah harus memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Menurut Bupati, pemantauan rutin menjadi langkah penting agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pasar.
Dengan begitu, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran, baik dalam menjaga kelancaran distribusi maupun mengantisipasi potensi kelangkaan.
Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pedagang, akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap lancar.
Selain aspek harga, perhatian juga diberikan pada ketersediaan stok. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita, tanpa terbebani oleh masalah kebutuhan pokok,” ujar Iskandar.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Dengan turun langsung ke pasar, pemerintah tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dengan pedagang dan masyarakat.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan warga. (day).







