Berita Sulut

Tanggap Bencana Sangihe, Gubernur Yulius Kirim Logistik

Sulutplus.News - 

×

Tanggap Bencana Sangihe, Gubernur Yulius Kirim Logistik

Sebarkan artikel ini
Proses pemuatan bantuan logistik darurat ke atas Kapal Saint Merry atas instruksi Gubernur Yulius Selvanus menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Proses pemuatan bantuan logistik darurat ke atas Kapal Saint Merry atas instruksi Gubernur Yulius Selvanus menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe. Foto: Diskominfo Sulut

MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mempercepat mobilisasi bantuan logistik melalui jalur laut guna menembus wilayah terdampak bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis 24 Juli 2026.

Pengiriman darurat ini dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Sulut, Yulius Selvanus.

Langkah operasional tersebut direalisasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut dengan mengandalkan armada Kapal Saint Merry.

Pelayaran tahap pertama diberangkatkan dari Pelabuhan Manado pada Rabu, 23 Juli 2026 menuju Kepulauan Sangihe.

Baca Juga:  Apresiasi Aspirasi Masyarakat, Pemprov Sulut Pastikan Program Strategis Berjalan Terukur

Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengonfirmasi bahwa pengiriman via armada laut menjadi opsi tercepat untuk memastikan stok kebutuhan pokok segera sampai ke tangan warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, kami langsung bergerak menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat Kepulauan Sangihe yang terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait,” jelas Adolf.

Adolf merincikan pasokan darurat pada gelombang pertama ini mengangkut 100 lembar tikar, 100 lembar selimut, 40 dus mi instan, serta 30 dus ikan kaleng.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Lantik 62 Pejabat, Tegaskan Profesionalisme  

Logistik diutamakan bagi pengungsi yang kehilangan tempat tinggal serta warga yang terisolasi dari akses pangan harian.

Secara terpisah, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kelancaran rantai pasok bantuan merupakan kunci utama dalam tanggap darurat bencana kepulauan.

Ia memerintahkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengawal ketat pendistribusian barang di lapangan.

Baca Juga:  KUA-PPAS APBD Sulut 2026 Ditandatangani Gubernur Yulius, Fokus Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Saya menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran,” tegas Gubernur Yulius.

Guna mengantisipasi dampak berkepanjangan, Pemprov Sulut bersama pemerintah daerah setempat juga menerjunkan tim asesmen.

Data kondisi ril pascabencana akan digunakan untuk menyusun strategi penyaluran bantuan susulan serta skema pemulihan wilayah terdampak.