Peristiwa

Tragedi Udara di Ciampea: Pesawat Latih Jatuh di Area Pemakaman, Satu Tewas

Sulutplus.News - 

×

Tragedi Udara di Ciampea: Pesawat Latih Jatuh di Area Pemakaman, Satu Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustasi Kecelaakan Pesawat Latih
Ilustasi Kecelaakan Pesawat Latih

Ringkasan Berita:

  • Lokasi kejadian berada di atas Pemakaman Umum Astana, Desa Benteng
  • Satu korban meninggal dunia, satu lainnya luka berat
  • Pesawat berasal dari Pangkalan Pondok Cabe, Jakarta Selatan

Sulutplus.news – Sebuah pesawat latih jatuh tepat di atas Pemakaman Umum Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu pagi, 3 Agustus 2025.

Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami cedera serius.

Baca Juga:  Pasar Wonogiri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Menurut informasi yang beredar di grup WhatsApp warga Ciampea, pesawat tersebut jatuh sekitar pukul 09.00 WIB.

Salah satu warga bernama Sinwan membagikan kabar tersebut secara spontan, menyebutkan bahwa satu orang tewas di tempat dan satu lainnya mengalami luka serius.

Pesawat latih tersebut diketahui berasal dari Pangkalan Udara Pondok Cabe, Jakarta Selatan.

Jenis pesawat dan operatornya masih dalam proses identifikasi oleh otoritas penerbangan sipil.

Baca Juga:  Pasca Tragedi KM Barcelona 5, DPR RI Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pelayaran Indonesia

Dugaan awal menyebutkan bahwa pesawat mengalami gangguan teknis saat berada di udara, namun penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi.

Peristiwa ini memperpanjang catatan kecelakaan pesawat kecil di kawasan Bogor, yang memang memiliki medan geografis rumit serta kondisi cuaca yang tak menentu.

KNKT dijadwalkan mengirim tim ke tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan secara komprehensif.

Baca Juga:  12 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny, Korban Tewas Capai 26 Orang

Mereka akan memeriksa kondisi pesawat, rekaman komunikasi, serta faktor cuaca dan teknis lainnya yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan.

Sementara itu, pihak keluarga korban masih menunggu informasi resmi dan dukungan dari pihak terkait.

Duka mendalam menyelimuti warga Desa Benteng, yang tidak menyangka area pemakaman berubah menjadi lokasi tragedi udara.(*)