Berita OlahragaBerita BoltimBerita Kotamobagu

Kolaborasi PSSI Kotamobagu-Boltim Sepaket Dorong Regenerasi Atlet Muda

×

Kolaborasi PSSI Kotamobagu-Boltim Sepaket Dorong Regenerasi Atlet Muda

Sebarkan artikel ini
Ketua PSSI Kotamobagu Michael Sholat Bibisa bersama Ketua PSSI Boltim Rahman Salehe menunjukkan kebersamaan usai menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat kompetisi sepak bola di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Ketua PSSI Kotamobagu Michael Sholat Bibisa bersama Ketua PSSI Boltim Rahman Salehe menunjukkan kebersamaan usai menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat kompetisi sepak bola di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Foto: Sulutplus/dokumen

KOTAMOBAGU – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kotamobagu bersama Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bolaang Mongondow Timur (Boltim) resmi menyepakati kerja sama strategis lintas wilayah.

Langkah ini ditempuh untuk membenahi standar kompetisi lokal sekaligus mempercepat regenerasi atlet sepak bola di kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kesepakatan lahir dalam pertemuan tatap muka antara Ketua PSSI Kotamobagu, Michael Sholat Bibisa, dan Ketua PSSI Boltim, Rahman Salehe, di Cafe TCW Bintang, Kotamobagu, Selasa (19/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat ini menandai babak baru kolaborasi olahraga di Sulawesi Utara.

Selama ini, ego sektoral antarwilayah kerap menjadi ganjalan utama dalam melahirkan kompetisi sepak bola yang sehat dan berjenjang.

Baca Juga:  Rahman Salehe Serap Aspirasi Warga Kotabunan Lewat Reses

Menyadari tantangan tersebut, kedua pimpinan PSSI sepakat bahwa penyamaan standar pelaksanaan turnamen adalah harga mati.

Michael Sholat Bibisa menegaskan, potensi talenta muda di Kotamobagu dan Boltim sangat besar namun sering terhambat oleh sistem yang berjalan sendiri-sendiri.

“Potensi bibit muda sepakbola di Kotamobagu maupun Boltim sangat luar biasa. Namun, potensi itu tidak akan berkembang maksimal jika kita masih berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Michael menambahkan, fokus utama kerja sama ini adalah menyusun program pembinaan usia dini yang terstruktur serta membenahi regulasi kompetisi lokal agar lebih profesional, aman, dan tertib sesuai statuta.

Baca Juga:  Kapolres Kotamobagu Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Target jangka panjangnya adalah menyuplai atlet terbaik BMR untuk bersaing di level provinsi hingga nasional.

Senada, Ketua PSSI Boltim, Rahman Salehe, menyambut baik langkah progresif ini.

Menurutnya, karakteristik wilayah BMR yang saling bertetangga menuntut efisiensi pengeluaran dan manajemen sumber daya melalui kolaborasi mutualisme.

“Sinergi antara PSSI Boltim dan PSSI Kotamobagu adalah kebutuhan mutlak untuk memajukan sepak bola di wilayah masing-masing,” kata Rahman.

Ia menilai, kesamaan tantangan geografis dan infrastruktur justru bisa disiasati dengan berbagi pengalaman manajemen kompetisi.

“Kami punya banyak kesamaan tantangan dan potensi. Saling berbagi pengalaman dan sumber daya akan sangat menguntungkan kedua belah pihak. Semoga kerja sama ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antar-asosiasi di Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Baca Juga:  Investor Jepang Tinjau Perkebunan Kakao Kotamobagu, Wali Kota Dorong Ekspor Langsung

Langkah ini dinilai menyentuh akar masalah klasik sepak bola amatir di Indonesia: minimnya kompetisi kelompok umur yang konsisten.

Dengan penyamaan standar turnamen, risiko kericuhan antar-suporter maupun ketidakadilan wasit dapat ditekan signifikan.

Jika kolaborasi ini berjalan mulus, kawasan BMR berpeluang besar menjadi poros baru pembinaan sepak bola di Sulawesi Utara, menyaingi dominasi klub-klub mapan dari Manado dan Minahasa.