MANADO – Gubernur Yulius Selvanus, menegaskan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
Organisasi ini dinilai berperan penting dalam mendukung pembangunan melalui pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menghadiri Gala Dinner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 BKOW Provinsi Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin, 20 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas perjalanan pengabdian BKOW selama lebih dari enam dekade di Bumi Nyiur Melambai.
Usia 67 tahun dinilai menjadi bukti konsistensi wadah ini dalam memperkuat persatuan organisasi perempuan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sebatas kegiatan seremonial.
Momentum ini menjadi ruang penguat kolaborasi seluruh organisasi wanita untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Enam puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. BKOW telah membuktikan eksistensinya sebagai wadah yang mampu memperkuat persatuan organisasi perempuan, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta konsisten mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujar Yulius.
Gubernur Yulius menegaskan pembangunan Sulawesi Utara memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan yang memiliki kedekatan langsung dengan akar rumput.
Selama ini, BKOW dinilai telah menunjukkan peran nyata di bidang sosial, pendidikan, kesehatan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Menghadapi tantangan zaman, pihak Pemprov Sulut mendorong seluruh organisasi di bawah naungan BKOW untuk semakin adaptif terhadap teknologi dan perubahan sosial.
Kapasitas anggota perlu terus ditingkatkan guna melahirkan lebih banyak pelaku wirausaha perempuan, pendidik, dan pemimpin di masyarakat.
Pemprov Sulut berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi bersama BKOW, khususnya dalam menghadirkan program kerja yang menyasar kebutuhan perempuan, anak, pelaku UMKM, serta kelompok rentan demi mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.






