Ringkasan Berita:
- Ating Mamonto, warga Desa Iyok Boltim, selamat dari serangan buaya setelah suaminya nekat menarik tubuh korban dari seretan predator.
- Insiden serangan buaya di bantaran Sungai Desa Iyok Nuangan terjadi pada Selasa malam saat korban hendak pulang dari tepi sungai.
- Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan mengimbau warga menghentikan aktivitas di sepanjang sungai rawan habitat buaya.
BOLTIM – Seorang perempuan warga Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara nyaris kehilangan nyawa akibat serangan buaya.
Korban berhasil selamat setelah sang suami melakukan aksi heroik melawan predator tersebut di bantaran sungai setempat.
Insiden menegangkan ini menimpa Ating Mamonto, warga Desa Iyok, pada Selasa, 14 Juli 2026 malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa bermula saat korban sedang buang air besar di tepi sungai dengan didampingi oleh suaminya.
Saat hendak beranjak pulang, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam kaki kiri korban.
Hewan predator tersebut kemudian menarik tubuh korban dengan cepat menuju ke tengah aliran sungai.
Melihat sang istri dalam bahaya, suami korban langsung bertindak nekat tanpa memedulikan keselamatan dirinya sendiri.
Ia spontan memegang pakaian korban dan menarik tubuh istrinya sekuat tenaga agar tidak tenggelam terseret buaya.
Mendengar jeritan histeris pasangan suami istri tersebut, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung datang mendekat.
Warga bersama-sama membantu menarik korban hingga akhirnya gigitan buaya tersebut terlepas.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan serius di bagian kaki kiri dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Nuangan.
Setelah mendapatkan penanganan medis awal berupa pembersihan luka, korban kini bersiap dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Personel piket Polsek Nuangan telah turun ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi dan memantau situasi.
Pihak kepolisian juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengantisipasi adanya serangan susulan.
Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, menyatakan keprihatinan mendalam atas kembali berulangnya teror satwa liar ini.
Pihaknya meminta masyarakat untuk sementara waktu menghentikan aktivitas di sepanjang sungai dan kawasan rawa.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar bantaran Sungai Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, maupun wilayah sekitarnya,” kata AKBP Golfried pada Kamis, 1 Juli 2026.
Menurut AKBP Golfried, kawasan sungai dan pesisir Desa Iyok memang sudah beberapa kali menjadi lokasi kemunculan serta serangan buaya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi alarm keras bagi warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
“Semoga ini menjadi kejadian terakhir. Kami mengajak masyarakat menghindari aktivitas yang berisiko di lokasi rawan serta bersama-sama menjaga lingkungan. Ingat, jaga lingkungan agar lingkungan menjaga kita,” tegas Kapolres Boltim.






