MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat memperkuat fondasi ekonomi domestik guna mengantisipasi dampak dinamika geopolitik dan ketidakpastian global yang kian fluktuatif.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, sejumlah langkah taktis mulai diintegrasikan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendongkrak kesejahteraan riil masyarakat di bumi Nyiur Melambai.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan menegaskan bahwa ketahanan ekonomi daerah hanya bisa dicapai melalui intervensi kebijakan yang menyentuh sektor akar rumput. Fokus utama saat ini diarahkan pada pengendalian inflasi, percepatan hilirisasi komoditas unggulan, dan perluasan keran investasi.
“Kita tidak bisa sekadar bergantung pada situasi pasar internasional yang sulit diprediksi. Produktivitas lokal, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi jangkar utama,” ujar pejabat yang akrab disapa JR tersebut dalam keterangan resminya.
Meskipun indikator makro Sulut saat ini menunjukkan tren positif ditopang oleh performa ekspor yang solid dan pulihnya sektor pariwisata, Pemprov Sulut enggan terlena. Tantangan struktural seperti fluktuasi daya beli serta kesejahteraan petani dan nelayan tetap menjadi prioritas yang harus diselesaikan.
Salah satu lompatan strategis yang sedang dipacu adalah transisi ekonomi dari sektor primer ke industri pengolahan (hilirisasi). Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan nilai tambah pada produk pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi komoditas andalan daerah.
Fokus Pembangunan Jangka Pendek Pemprov Sulut:
1. Penguatan Daya Beli & Pengendalian Harga 2. Hilirisasi Komoditas Pertanian/Perikanan
3. Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Kreatif
Analis ekonomi lokal menilai, langkah hilirisasi ini menjadi krusial mengingat Sulawesi Utara merupakan salah satu hub ekspor terbesar di Indonesia Timur. Tanpa adanya industri pengolahan di dalam daerah, nilai ekonomi yang dinikmati masyarakat lokal tidak akan maksimal.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Utama
Jemmy Ringkuangan menambahkan, eksekusi program-program strategis ini membutuhkan sinergi yang solid di jajaran birokrasi, yang saat ini dikomandoi oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Tahlis Gallang, SIP, M.Si. Pola kerja kolaboratif melibatkan akademisi, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga kelompok tani dan nelayan.
“Capaian yang ada sekarang adalah buah dari kerja kolektif. Dengan semangat ‘Bekerja Bersama dan Bersama Bekerja’, kita optimistis mampu membangun daerah yang tidak hanya maju secara angka, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” tutur JR.
Selain memperkuat sektor pangan, Pemprov Sulut juga tengah merancang program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini ditujukan bagi generasi muda agar mampu menyerap lapangan kerja baru yang tercipta dari sektor investasi dan pariwisata premium.













