KOTAMOBAGU – Kehangatan menyelimuti kediaman Muhammad Alfian Arisa di Kotamobagu ketika ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) akhirnya menepati janjinya untuk bersilaturahmi, Jumat malam (22/5/2026).
Kunjungan ini menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi keluarga besar Alfian, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang ikut merasakan kebahagiaan.
Silaturahmi ini berawal dari janji sederhana saat keduanya bertemu di Tanah Suci Mekah pada ibadah umrah tahun 2018.
Kala itu, UAS berjanji akan berkunjung ke rumah Alfian jika suatu saat berkesempatan datang ke Kotamobagu. Delapan tahun berselang, janji itu akhirnya terwujud.
“Bagi kami ini kehormatan besar. Beliau bersedia mampir ke rumah kami. Ini akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ungkap pria yang akrab disapa Haji Fian dengan suara bergetar menahan haru.
Kunjungan UAS turut dihadiri Wali Kota Kotamobagu bersama sejumlah pejabat daerah.
Kehadiran tokoh masyarakat mempertegas bahwa silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan pribadi, melainkan momentum kebersamaan yang menyentuh banyak pihak.
Warga sekitar pun berbondong-bondong datang. Sebagian hanya ingin melihat dari kejauhan, namun akhirnya ikut larut dalam suasana kekeluargaan.
Banyak yang berebut bersalaman sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang selama ini mereka kenal lewat layar ponsel.
Dalam pertemuan sederhana itu, UAS tidak memberikan ceramah panjang. Ia hanya menyampaikan beberapa nasihat ringan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, bersyukur atas nikmat Allah, dan berbuat baik kepada sesama.
“Beliau banyak mengingatkan kami tentang pentingnya menjaga silaturahmi, bersyukur atas nikmat yang Allah beri, dan terus berbuat baik kepada sesama. Nasihat itu kami simpan baik-baik,” kata Alfian.
Meski kunjungan berlangsung singkat, jejaknya akan lama dikenang.
Foto bersama di ruang tamu dan cerita yang terus diulang menjadi pengingat bahwa silaturahmi yang dirajut sejak Tanah Suci akhirnya berbuah pertemuan penuh berkah di Kotamobagu.
Bagi Alfian dan keluarganya, kedatangan UAS bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebahagiaan kolektif warga Kotamobagu.



