KOTAMOBAGU – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kotamobagu menggelar aksi nyata dengan turun langsung ke sawah dan berdialog bersama petani padi setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional bertajuk “Turun ke Sawah Menyapa Petani” yang diinisiasi oleh DPP PDIP.
Aksi yang berlangsung di Kelurahan Kobo Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, ini mengusung tema “Indonesia yang Berdaulat di Bidang Pangan” dengan sub-tema “Kembali ke Sawah, Menanam Masa Depan”.
Ketua DPRD sekaligus Plt Ketua DPC PDIP Kotamobagu, Adrianus Mokoginta, memimpin langsung kegiatan panen simbolis bersama petani dan kader partai.
“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan daerah. Kami berkomitmen mengawal kebijakan yang berpihak pada mereka,” ujar Adrianus Mokoginta dalam wawancara langsung di lokasi panen.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak memandang sebelah mata sektor pertanian. Menurutnya, pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kedaulatan dan masa depan bangsa.
“Kita harus menumbuhkan kebanggaan terhadap sektor pangan. Seperti pesan Bung Karno, urusan pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kotamobagu dari Fraksi PDIP, tokoh masyarakat, serta puluhan petani yang menyampaikan aspirasi mereka terkait harga gabah, akses pupuk, dan irigasi.
Di tingkat nasional, DPP PDIP menegaskan bahwa Hari Tani bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat posisi petani sebagai penyangga tatanan negara.
Dalam seminar nasional yang digelar di Jakarta, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Pertanian Sadarestuwati menyoroti tantangan besar yang dihadapi petani, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga minimnya regenerasi petani muda.
“Petani kita menghadapi risiko gagal panen, harga rendah, dan minimnya dukungan teknologi. Kita tidak boleh membiarkan mereka mati di lumbung pangan sendiri,” tegas Sadarestuwati dalam seminar nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang 2024, Indonesia masih mengimpor lebih dari 2 juta ton beras dan 500 ribu ton buah-buahan, sementara lahan sawah produktif terus menyusut.
Rekomendasi Strategis PDIP untuk Kedaulatan Pangan
Melalui Rakernas IV, PDIP merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat sektor pertanian:
– Diversifikasi pangan lokal berbasis keanekaragaman hayati.
– Riset dan inovasi bersama BRIN untuk meningkatkan kualitas produksi.
– Perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi.
– Hilirisasi komoditas berbasis teknologi berkelanjutan.
– Pemberlakuan bea masuk impor untuk melindungi produk lokal.
– Pembentukan Bank Pertanian untuk memperluas akses pembiayaan.
Suara Petani Kotamobagu
Dalam sesi dialog, beberapa petani menyampaikan harapan agar pemerintah daerah lebih aktif memperbaiki saluran irigasi dan mempermudah akses pupuk bersubsidi.
Salah satu petani, Bapak Darman, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk tepat waktu.
“Kalau pupuk datang terlambat, hasil panen bisa turun drastis. Kami harap ada solusi konkret,” ujarnya.
Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September merujuk pada lahirnya UU Pokok Agraria Tahun 1960.
Di tengah tantangan global dan lokal, aksi nyata seperti yang dilakukan PDIP Kotamobagu menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi petani sebagai penjaga kedaulatan pangan.













