Berita Nasional

Anas Urbaningrum Tekankan Ketahanan Pangan di Halal Bihalal KAHMI Blitar

Sulutplus.News - 

×

Anas Urbaningrum Tekankan Ketahanan Pangan di Halal Bihalal KAHMI Blitar

Sebarkan artikel ini
Anas Urbaningrum menyampaikan sambutan pada Halal Bihalal Majelis Daerah KAHMI Blitar di Kampung Coklat, Sabtu (11/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya ketahanan pangan dan penguatan modal sosial sebagai fondasi kemajuan daerah.
Anas Urbaningrum menyampaikan sambutan pada Halal Bihalal Majelis Daerah KAHMI Blitar di Kampung Coklat, Sabtu (11/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya ketahanan pangan dan penguatan modal sosial sebagai fondasi kemajuan daerah. Foto: Ist

BLITAR – Majelis Daerah KAHMI Blitar menggelar Halal Bihalal di Kampung Coklat, Sabtu (11/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh Anas Urbaningrum bersama sejumlah tokoh daerah dan alumni HMI lintas sektor.

Tampak hadir Susi Narulita selaku unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blitar, Bambang Dwi Purwanto mewakili Bupati Blitar, jajaran OPD, serta para kader dan alumni HMI.

Baca Juga:  Kalender 2026: Terdapat 25 Hari Libur, Berikut Rinciannya

Kehangatan semakin terasa dengan kehadiran H. Kholid Mustofa, pemilik Kampung Coklat, yang turut berbaur dengan para peserta.

Momentum ini menjadi ajang konsolidasi gagasan sekaligus memperkuat jejaring KAHMI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Anas menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama.

Baca Juga:  Konglomerat Indonesia: Dulu 9 Naga, Kini 9 Haji

“Jika sektor ini kokoh, maka bidang lain akan ikut berkembang. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti peran modal sosial sebagai kekuatan KAHMI.

Menurutnya, bonding social capital lahir dari kekompakan internal hasil kaderisasi, sementara bridging social capital tercermin dari kemampuan menjalin hubungan lintas sektor dan kepentingan.

Baca Juga:  Limi Mokodompit Apresiasi Festival Mongulipot di Desa Mopait

Anas juga menegaskan bahwa kebenaran tidak boleh berhenti sebagai konsep abstrak.

“Di bumi, kebenaran itu harus hadir sebagai kebaikan dan kemaslahatan. Ukurannya sederhana: sejauh mana memberi manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.