MAKASSAR – Sulawesi Utara (Sulut) mencatat capaian investasi spektakuler pada 2025 dengan realisasi Rp10,12 triliun, melampaui target hingga 109%.
Angka ini tumbuh 35,6% dibanding tahun sebelumnya dan menyerap 18.049 tenaga kerja.
Fakta tersebut dipaparkan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Hotel Claro, Makassar.
Dalam forum yang dihadiri ratusan pengusaha nasional dan diaspora, Yulius menegaskan posisi Sulut sebagai super-hub investasi dan pintu gerbang perdagangan Asia Timur–Pasifik.
“Sulawesi Utara adalah ekosistem investasi yang matang. Keragaman suku yang toleran dan terbuka menjadi fondasi sosial aman bagi investor,” ujarnya.

Sulut memperkuat akses global dengan penerbangan langsung dari Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, Singapura, dan Incheon.
Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Bitung menjadi simpul logistik utama kawasan timur Indonesia.
Komposisi investasi didominasi PMDN 60% dan PMA 40%. Investor asing utama berasal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.
“Dengan pertumbuhan tinggi dan dukungan infrastruktur, ini momentum langka bagi saudagar Bugis-Makassar untuk berinvestasi,” tutup Yulius.







