Berita Bolmong RayaBerita ViralHeadline

Ratusan Rumah di Bolmong Terendam, Dua Jembatan Putus

Sulutplus.News - 

×

Ratusan Rumah di Bolmong Terendam, Dua Jembatan Putus

Sebarkan artikel ini
IMG 20240813 160614 640x375 1 1

sulutplus.news, BOLMONG – Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sejak kemarin hingga sekarang ini, menyebabkan kapasitas debit air sungai merendam pemukiman masyarakat.

Alhasil, berkisar ratusan rumah warga telah terendam air. Bahkan, satu unit rumah papan hanyut di desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Pun, jembatan yang berada di desa Mengkang dan desa Mopusi putus.

Baca Juga:  Bupati Yusra Lantik 78 Pejabat Eselon III dan IV

Kepala BPBD Bolmong Sugih Arto Banteng mengatakan pihaknya melalui personil TRC-PB  langsung turun untuk melakukan evakuasi dan pendataan rumah warga yang terdampak banjir.

Berdasarkan laporan dan kejadian, setidaknya tiga Kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Dumoga, Kecamatan Dumoga Timur dan Kecamatan Lolayan.

“Ada sembilan desa yang terdampak banjir di tiga Kecamatan tersebut,” kata Banteng, Selasa 13 Agustus 2024.

Baca Juga:  Tahlis Gallang Alias TG Sosok Dibalik Keberhasil Pemkab Bolmong Raih WTP   

Lanjutnya, hingga saat ini luapan air masih merendam dengan ketinggian bervareasi antara 50 centimeter hingga satu meter.

Itu karena, kondisi cuaca hujan lebat yang terjadi sejak tanggal 12 Agustus hingga sekarang, sehingga  kapasitas atau debit air sungai merendam pemukiman masyarakat.

“Saat ini 1 jembatan putus yang berada di Desa Mengkang dan 1 jembatan putus di jalan perkebunan Desa Mopusi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bertemu Kader Banteng Sulut, Olly Optimis Suara Ganjar Pranowo Merata

Diapun berharap kepada pemerintah desa maupun Kecamatan untuk dapat berkoordinasi dan melaporkan kepada pemerintah daerah jika terjadi bencana.

“Masyarakat yang terdampak banjir untuk dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Begitu juga bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai dan lereng gunung senantiasa untuk waspada bencana banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.*