BOLMONG – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Koperasi Produsen Perintis Tanoyan menyalurkan bantuan hewan kurban berupa dua ekor sapi untuk masyarakat Desa Tanoyan Utara dan Desa Tanoyan Selatan.
Langkah nyata ini menjadi potret krusial bagaimana lembaga ekonomi berbasis kerakyatan mampu memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga harmonisasi di wilayah lingkar tambang.
Penyerahan bantuan yang berlangsung pada Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di Kantor Koperasi Produsen Perintis Tanoyan ini berjalan dengan khidmat.
Momentum ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh jajaran perangkat pemerintah dari kedua desa penerima manfaat.
Dari pihak Desa Tanoyan Utara, bantuan hewan kurban diterima secara simbolis oleh Sekretaris Desa, Junaidi Raupu, yang didampingi Kepala Dusun, Basri Simbala.
Sementara itu, keterwakilan Desa Tanoyan Selatan dipimpin oleh Kepala Urusan (KAUR) Keuangan, Tesi Anggraini Kobandaha.
Ketua Koperasi Produsen Perintis Tanoyan, Irvan P. M. Manggo, menegaskan bahwa eksistensi koperasi tidak dapat dipisahkan dari kontribusi sosiologis masyarakat setempat.
“Koperasi ini lahir, berdiri, dan tumbuh besar bersama masyarakat serta pemerintah di dua desa ini. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban moral bagi kami agar keberadaan koperasi memberikan dampak berdikari yang masif untuk warga Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan,” ujar Irvan.
Senada dengan Ketua, Sekretaris Koperasi, Samsudin Manggo, memaparkan nilai filosofis di balik momentum kurban kali ini. Menurutnya, kurban esensinya adalah instrumen pengikis kesenjangan sosial.
“Makna kurban yang fundamental adalah keikhlasan dan kepedulian universal. Kami ingin merawat semangat berbagi ini agar kemitraan strategis antara koperasi, pemerintah desa, dan warga tetap berada dalam koridor yang harmonis,” jelas Samsudin.
Di sisi lain, Bendahara Koperasi, Rano Karno Nabongkalon, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menolak menempatkan koperasi sekadar sebagai pemburu keuntungan ekonomi semata. Koperasi, menurut Rano, memikul tanggung jawab moral sebagai episentrum kesejahteraan komunal.
“Kami ingin meneguhkan posisi koperasi sebagai rumah bersama. Kami tidak hanya berbicara angka dan neraca bisnis, tetapi tentang bagaimana kita bisa saling memuliakan dan tumbuh sejahtera bersama masyarakat,” tegas Rano.
Langkah taktis koperasi ini langsung mendapat sambutan hangat dari pihak birokrasi desa.
KAUR Keuangan Desa Tanoyan Selatan, Tesi Anggraini Kobandaha, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi koperasi yang terus hadir di tengah masyarakat saat momen penting.
“Ini adalah representasi nyata dari kepedulian corporate social responsibility (CSR) lokal yang sangat menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kami menjelang hari besar keagamaan,” kata Tesi.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Desa Tanoyan Utara, Junaidi Raupu. Menurut Junaidi, model keterlibatan aktif sektor usaha dalam program keagamaan dan sosial seperti ini harus dijadikan standar (benchmark) bagi entitas usaha lainnya di wilayah Bolaang Mongondow.
“Kami melihat Koperasi Perintis Tanoyan tidak menutup mata pada realitas sosial. Mereka hadir dan ikut serta merayakan kebahagiaan bersama warga. Transformasi positif seperti ini yang sangat perlu kita jaga bersama,” pungkas Junaidi.
Langkah Koperasi Produsen Perintis Tanoyan menjadi bukti empiris bahwa korporasi lokal yang dikelola dengan tata kelola yang baik (good corporate governance) mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mereduksi ketimpangan sosial, sekaligus merawat nilai religiusitas yang luhur.
