BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) resmi menggelar Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026.
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Bolsel Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pegawai baru agar memahami tugas, fungsi, hak, dan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai-nilai dasar ASN yang berorientasi pelayanan, profesionalisme, integritas, serta loyalitas tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iskandar Kamaru juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun secara simbolis kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna tugas.
Penyerahan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para pegawai senior selama mengabdi di Kabupaten Bolsel.
Di hadapan para jajaran dan peserta, Iskandar mengingatkan agar seluruh ASN dan PPPK memegang teguh semangat pengabdian. Ia mendorong peserta untuk terus menanamkan kebanggaan melayani daerah lewat kampanye positif.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk terus menanamkan semangat kebanggaan sebagai warga Bolsel melalui tagline ‘Jangan Pernah Lelah Berbuat untuk Bolsel’. Ini menjadi motivasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Iskandar.
Di sisi lain, Iskandar membeberkan tantangan finansial daerah. Saat ini alokasi belanja pegawai telah menyerap lebih dari 40 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas.
Meski demikian, Pemkab Bolsel berkomitmen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja atau merumahkan tenaga kerja.
Mengingat besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan daerah untuk kesejahteraan pegawai, Bupati meminta para peserta menunjukkan rasa syukur melalui kinerja nyata.
Iskandar menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam bekerja, yakni profesionalitas, loyalitas, dan disiplin.
Selain itu, ia memberikan peringatan keras terkait maraknya masalah sosial yang dapat merusak kinerja dan tatanan keluarga ASN.
“Kepada seluruh ASN dan PPPK, jauhi berbagai perilaku negatif seperti judi online maupun gaya hidup konsumtif yang berlebihan. Hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap keharmonisan keluarga serta kondisi keuangan pribadi,” tegasnya.
Kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi orientasi langsung oleh Bupati. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh peserta Orientasi PPPK Tahun 2026.






