Sulutplus.news – iQOO resmi mengumumkan peluncuran seri terbaru iQOO Z11 dan Z11x pada 26 Maret 2026 di China.
Kedua perangkat ini menargetkan pengguna yang membutuhkan performa tinggi sekaligus daya tahan baterai panjang, menjadikannya salah satu peluncuran smartphone paling ditunggu di awal tahun.
Seri iQOO Z11 hadir dengan layar OLED 6,83 inci beresolusi 1.5K dan refresh rate 165Hz—pertama kalinya bagi iQOO.
Layar ini menawarkan pengalaman visual lebih halus, baik untuk scrolling maupun gaming, serta dilengkapi fitur perlindungan mata. Dari sisi desain, perangkat tampil modern dengan bezel tipis dan simetris.
Untuk performa, iQOO Z11 dibekali chipset Dimensity 8500, RAM hingga 16GB, dan penyimpanan internal 512GB. Sistem operasi yang digunakan adalah OriginOS 6 berbasis Android 16.
Kapasitas baterai menjadi daya tarik utama, mencapai 9.020mAh, terbesar yang pernah digunakan iQOO, dengan dukungan fast charging 90W.
Perangkat ini akan tersedia dalam warna silver, hitam, dan biru muda dengan perkiraan harga Rp4,5 juta di pasar China.
Sementara itu, iQOO Z11x hadir sebagai varian lebih terjangkau. Perangkat ini menggunakan layar LCD 6,76 inci, chipset Dimensity 7400, RAM LPDDR4x, serta penyimpanan UFS 3.1.
Kapasitas baterainya tetap besar, 7.200mAh, dengan fast charging 44W. Kamera depan 32MP dan kamera belakang ganda 50MP melengkapi fitur fotografi. Sistem operasi yang digunakan sama, OriginOS 6 berbasis Android 16.
Menurut pengamat teknologi lokal, Andi Pratama, tren smartphone dengan baterai besar akan semakin diminati di Indonesia.
“Pengguna di daerah dengan mobilitas tinggi membutuhkan perangkat yang bisa diandalkan seharian. iQOO Z11 menjawab kebutuhan itu dengan kapasitas baterai mendekati tablet,” ujarnya.
Jika masuk ke pasar Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, iQOO Z11 bisa menjadi pilihan menarik bagi anak muda yang aktif di dunia e-sports.
Dengan refresh rate 165Hz, pengalaman bermain game mobile seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile akan terasa lebih mulus.
Kapasitas baterai jumbo juga relevan bagi masyarakat yang sering menghadapi keterbatasan akses listrik di daerah tertentu.
Setelah debut di China, kedua perangkat ini diperkirakan akan segera hadir di pasar global.

