Berita SulutBerita BolmongBerita Politik

Tak Hanya Serap Aspirasi, Reses Dhea Lumenta Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Totabuan

Sulutplus.News - 

×

Tak Hanya Serap Aspirasi, Reses Dhea Lumenta Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Totabuan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menyampaikan sambutan saat menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dalam kegiatan tersebut, Dhea tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow dan BPJS Kesehatan sebagai bentuk pelayanan langsung kepada warga di wilayah kategori 3T. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menyampaikan sambutan saat menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dalam kegiatan tersebut, Dhea tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow dan BPJS Kesehatan sebagai bentuk pelayanan langsung kepada warga di wilayah kategori 3T. (Foto: Istimewa)

BOLMONG – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin, 3 Agustus 2026.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Sulut itu juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow dan BPJS Kesehatan.

Kegiatan tersebut menjadi catatan tersendiri karena Dhea merupakan anggota DPRD Provinsi Sulut pertama dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang menggelar reses dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Desa Totabuan sendiri merupakan wilayah yang masuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dhea menghadirkan pelayanan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga:  Sinergi Antar Daerah, Bupati Iskandar Hadiri HUT ke-72 Bolmong

Puluhan warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, berkonsultasi dengan tenaga medis, sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan BPJS Kesehatan.

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, dalam rangka Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Dhea Eucharisty Lumenta, SE. Pelayanan kesehatan yang berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan ini menjadi nilai tambah dalam reses, sehingga masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperoleh layanan kesehatan secara langsung. (Foto: Istimewa)
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, dalam rangka Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Dhea Eucharisty Lumenta, SE. Pelayanan kesehatan yang berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan ini menjadi nilai tambah dalam reses, sehingga masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperoleh layanan kesehatan secara langsung. (Foto: Istimewa)

Di saat yang sama, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dhea: Reses Harus Memberikan Manfaat Nyata

Dhea mengatakan, reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Namun menurutnya, kegiatan tersebut juga harus mampu memberikan manfaat langsung.

“Saya ingin reses tidak hanya menjadi forum mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Karena itu kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar masyarakat bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan yang menjadi hak mereka,” ujar Dhea.

Baca Juga:  Polisi Tertibkan Tambang Ilegal Bakan Atas Permintaan Pemilik Lahan

Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah 3T membutuhkan perhatian lebih agar pelayanan pemerintah dapat dirasakan secara merata.

“Desa Totabuan memiliki tantangan tersendiri sebagai wilayah 3T. Aspirasi masyarakat akan saya kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan di DPRD Provinsi Sulut. Saya bersyukur kegiatan ini menjadi yang pertama dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Warga Sambut Positif

Konsep reses yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan gratis mendapat respons positif dari masyarakat Desa Totabuan.

Salah seorang warga mengaku baru kali ini mengikuti reses yang tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung.

Baca Juga:  Jusnan:Siap Pak Jendral YSK

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Dhea. Biasanya reses hanya mendengar aspirasi masyarakat. Kali ini kami juga bisa memeriksakan kesehatan secara gratis dan mendapatkan penjelasan tentang BPJS. Ini sangat membantu, apalagi kami tinggal di desa yang akses pelayanannya masih terbatas. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat diperjuangkan hingga terealisasi, terutama peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan program pemberdayaan ekonomi di Desa Totabuan.

Dengan menggabungkan fungsi legislasi dan pelayanan publik dalam satu kegiatan, reses yang dilaksanakan Dhea Eucharisty Lumenta menjadi contoh pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah 3T yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.