BOLTIM – Aksi penipuan yang mencatut nama pejabat kepolisian kembali meresahkan warga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kali ini, nama Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, dan Kasat Reskrim dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memeras korban melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Menanggapi maraknya laporan tersebut, Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menegaskan agar warga mengabaikan pesan dari nomor asing yang mengatasnamakan dirinya.
“Kami meminta masyarakat untuk waspada dan tidak meladeni nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Kapolres Boltim. Itu murni penipuan,” tegas AKBP Golfried, Rabu, 15 Juli 2026.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus operandi dengan menghubungi sejumlah pengusaha di wilayah Boltim.
Pelaku yang mengaku sebagai Kapolres tersebut berupaya mengelabui sasaran dengan dalih meminta bantuan sejumlah uang atau sumbangan tertentu.
Tidak hanya mencatut nama Kapolres, pelaku juga membawa-bawa nama Kasat Reskrim Polres Boltim untuk meyakinkan calon korbannya.
Kombinasi pencatutan dua nama pejabat penting di Polres Boltim ini digunakan agar korban merasa segan dan langsung memenuhi permintaan pelaku.
Pihak Polres Boltim menegaskan bahwa institusi Polri tidak pernah meminta bantuan finansial atau materi dalam bentuk apa pun kepada masyarakat maupun pelaku usaha guna menunjang operasional kedinasan.
Segala bentuk permintaan yang mengatasnamakan pejabat polres dipastikan ilegal dan melanggar hukum.
Masyarakat, aparatur pemerintah desa, hingga pelaku usaha yang mendapati pesan mencurigakan diimbau untuk segera melakukan verifikasi.
Warga juga diminta melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing guna penanganan lebih lanjut.












