AdvetorialBerita Bolmong

Peringati HPS, Dinkes Bolmong Gelar Senam Sehat dan Screening Hipertensi

Sulutplus.News - 

×

Peringati HPS, Dinkes Bolmong Gelar Senam Sehat dan Screening Hipertensi

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1684914307245 750x430 1 jpg

sulutplus.news, BOLMONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperingati Hari Hipertensi Sedunia (HPS), Jumat 12 Mei 2023.

Kegiatan ini dilaksanakan Dinkes beserta jajarannya sekaligus melakukan senam dan screening hipertensi.

WhatsApp Image 2023 05 29 at 12.42.25 400x225 1 jpeg

Tak hanya itu, ada sebanyak 18 Puskesmas dan Posbindu yang tersebar di Kabupaten Bolmong melaksanakan senam dan screening hipertensi dan melibatkan masyarakat di lingkungan masing-masing Puskesmas.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Bolmong Tetapkan Delapan Pelayanan Publik

Sebagaimana yang dijelaskan Kepala Dinkes Julin Papuling, adanya peringatan HPS ini maka pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan terapi hipertensi yakni senam yang sehat.

FB IMG 1684914341906 400x225 1 jpg

“Pendekatan terapi hipertensi, selain farmakologi juga non Farmakologi yang salah satunya adalah latihan fisik secara teratur dan terukur dapat membantu membentuk kesehatan dan mencegah penyakit hipertensi ini,” kata Julin.

Baca Juga:  Meiddy Makalalag Hadiri Pengukuhan Pengurus FKUB Kotamobagu

Menurut Julin, hal ini penting dilakukan sebab mengingat angka kesakitan hipertensi dinilai tinggi.

“Akhir-akhir ini angka kesakitan yang tertinggi adalah penyakit tidak menular yang salah satunya adalah penyakit hipertensi. Sehingga sangat penting kita untuk melakukan pencegahan,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2023 05 29 at 12.42.21 400x225 1 jpeg

Selain itu, angka kematian yang tertinggi disebabkan oleh penyakit tidak menular hipertensi itu diakibatkan pola hidup yang dinilai tidak sehat.

Baca Juga:  Pj Bupati dan Ketua TP-PKK Bolmong Serahkan Santunan Infak dan Sedekah Bagi Anak Yatim di Desa Bolaang Induk

Sehingga itu, kesadaran untuk melakukan kontrol kesehatan baik di Puskesmas dan rumah sakit yang masih minim.

“Semua ini karena pola hidup manusia yang tidak sehat. Jarang memeriksa kesehatan di fasilitas kesehatan, pola makan, kurang beraktivitas dan istirahat yangtidak teratur,” tandasnya. (Advetorial)