BOLTIM – Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menggelar Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) lintas agama pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Langkah ini diambil untuk membentuk sumber daya manusia Polri yang beriman, berkarakter, serta berintegritas tinggi.
Pelaksanaan Binrohtal berlangsung secara serentak di tempat ibadah terpisah sesuai agama yang dianut personel.
Agenda ini dirancang sebagai wadah pembinaan spiritual agar setiap anggota Polri mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan maksimal.
Bagi personel beragama Islam, kegiatan dipusatkan di Musholla Polres Boltim.
Kabag SDM Polres Boltim AKP Irfandy Mokodongan memimpin langsung jalannya acara dengan didampingi Kasat Samapta dan Kasat Binmas.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara khusyuk.
Kasat Binmas Iptu Akhmad Asyari kemudian memberikan tausiah singkat yang mengajak seluruh personel menjadikan nilai agama sebagai pedoman utama dalam melayani masyarakat.
Di lokasi berbeda, penganut agama Kristen melaksanakan ibadah di Aula Sanika Satyawada Polres Boltim.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Five Hermanus dan dihadiri langsung oleh Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU).
Dalam khotbahnya, Pdt. Five Hermanus menekankan tiga pesan kunci untuk membangun karakter insan Bhayangkara.
Pesan tersebut mencakup kesetiaan, hati yang mau melayani, serta menjaga sikap yang berkenan di hadapan Tuhan.
Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menegaskan bahwa Binrohtal merupakan agenda pembinaan rutin yang memegang peran vital.
Kegiatan ini menjadi fondasi moral bagi setiap jajaran kepolisian di wilayah hukum Boltim.
“Dengan fondasi keimanan yang kokoh serta karakter yang baik, setiap anggota Polri diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ujar Golfried.
Melalui program pembinaan spiritual ini, Polres Boltim berkomitmen menghadirkan sosok pelindung dan pengayom masyarakat yang unggul.
Pendekatan mental dan keagamaan diharapkan dapat meningkatkan taraf kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.











